Ikhtiar Menginternalisasikan Pendidikan Kaffah

- Editorial Team

Senin, 10 Mei 2021 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPUR RAKYAT NEWS – Hari ini tepatnya tanggal 02 Mei 2021 diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, hal ini tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Ki Hadjar Dewantara yang disebut sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dengan jargonnya “Ing ngarso sung tulado, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani” (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan yang baik, di tengah atau di antara murid seorang pendidik harus menciptakan prakarsa dan ide, dari belakang seorang pendidik harus memberikan dorongan dan arahan_Red).

Pada momentum refleksi Hari Pendidikan Nasional 2021 ini saya akan berbagi dengan para kaum pelajar, dan semoga ini termasuk dalam kategori “Watawa Shoubil Haqqi, Watawa Shoubis Sobri“. Kali ini saya akan menulis tentang “Ikhtiar Menginternalisasikan Pendidikan Kaffah untuk Menyongsong Karakter Pelajar yang Beradab”.

Baca Juga:  Hadiri Peringatan Harkopnas Ke 76, Bupati Situbondo Berikan Santunan Pada Anak Yatim

Pendidikan merupakan salah satu bentuk proses transformasi ilmu pengetahuan, berbicara ilmu pengetahuan cakupannya sangat universal, dan ilmu pengetahuan itu bukan hanya terbatas diruang kelas formal pembelajaran akan tetapi jauh lebih luas dari pada pemahaman itu, pendidikan dapat dicerna dimana saja, kapan saja, dari siapa saja, sehingga pendidikan itu luas dengan segala dimensi-dimensinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bentuk ikhtiar untuk mewujudkan pendidikan yang berorientasi terhadap kekuatan nilai- nilai luhur moral dan karakter pelajar yang beradab, dengan mengimplementasikan pendidikan Kaffah yang mencakup terhadap internalisasi tiga dasar orientasi dalam pendidikan karakter. Ketiganya itu meliputi “Intelektual Question (IQ), Emosional Question (EQ) dan Spiritual Question (SQ)” ini sebagai ikhtiar positif yang harus diimplementasikan oleh para pendidik dalam proses transformasi keilmuan kepada para pelajar.

Baca Juga:  Sataretanan Sumenep Berdaya Gelar Silaturrahim dan Halal Bihalal

Intelektual Question yang memiliki pemahaman Kecerdasan Intelektual ini penting dalam menopang kemampuan para pelajar agar memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi dan diharapkan bisa memberikan ide-ide inovatif dan kreatif untuk pembangunan dan kemajuan kedepannya baik dalam tatanan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Emosional Question yang secara gampangnya dapat dipahami sebagai Kecerdasan Emosional. Dengan kecerdasan emosional ini akan mengimbangi kecerdasan intelektual para pelajar, sebab pelajar yang memiliki kecerdasan secaa emosional dia akan lebih mengedepankan nilai-nilai luhur daripada hanya sekedar mentuhankan terhadap akal fikiran saja.

Spiritual Question dapat diartikan Kecerdasan Spiritual dan kecerdasan ini merupakan ruh dari Intelektual Question dan Emosional Question. Karena pelajar yang memiliki Spiritual Question dia akan mengesampingkan segala hal yang sekiranya berimplikasi negatif meskipun secara Intelektual Questionnya akan menopang kedikjayaan kehidupan dunia, akan tetapi karena landasan Spiritual Question itu akan dikesampingkan.

Baca Juga:  Bertemu DPP PKB, Presiden Jokowi Terima Sejumlah Masukan dan Rekomendasi

Sehingga dengan terintegrasinya pendidikan Kaffah dengan tiga kecerdasan tersebut diharapkan bisa melahirkan generasi-generasi masa depan yang lebih mengedepankan rasa daripada akal fikiran belaka, mengedepankan nilai-nilai norma daripada kesenangan semata, lebih mengedepankan kebersamaan daripada kebahagian individual. Dalam hal ini Guru dan Orang Tua sama-sama memiliki peran yang sangat urgent demi melahirkan generasi Khairoh Ummah yang sesuai dengan nilai-nilai sakralitas ajaran agama.

Selamat Hari Pendidikan Nasional

Penulis : Mawardi MS

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru