Home / Tak Berkategori

Teruslah Terang, Jangan Pernah Gelap

- Editorial Team

Rabu, 21 April 2021 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAMAT HARI KARTINI

Hari dan bulan ini, tepatnya pada tahun 1879, pahlawan emansipasi wanita, lahir ke dunia. Perjuangan Raden Adjeng Kartini dalam melepaskan diskriminasi, dan membela hak-hak wanita pada masanya tentu bukan hanya harus diingat, melainkan juga harus diteruskan oleh Kartini masa kini.

Terlahir dengan nama Raden Ayu Kartini, beliau tidak pernah memperlihatkan kebangsawanannya, dengan kelembutannya, khas perempuan Jawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kala itu, perempuan Jawa identik sebagai sosok yang nomor dua, terbatas geraknya, dan mesti manut apa kata lelaki. Justru keseharian beliau mencerminkan sifat yang mandiri dan bebas menentukan sikapnya.

Kartini menjadi simbol perjuangan kaum hawa, perjuangan Kartini dapat dilihat dalam bukunya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Baca Juga:  KH. Afifuddin Muhajir, Perspektif Santri Jalang

Dalam buku tersebut, tertuang ide-ide Kartini untuk mengangkat derajat kaum perempuan dimasanya. Pengakuan terhadap Kartini adalah pengakuan terhadap esensi perjuangan kaum hawa dalam mengangkat harkat dan martabatnya.

Perempuan Indonesia tidak boleh ketinggalan dari perkembangan dunia dan perkembangan ilmu pengetahuan, kalau tidak, akan tertinggal di landasan.

Kaum perempuan harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), dan bisa memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan keluarga, minimal sebagai pengguna yang baik.

Kaum ibu harus juga mampu mengantisipasi efek negatif teknologi, seperti banyaknya penipuan-penipuan dan kejahatan melalui media internet.

Seorang ibu, harus menjadi ibu yang baik dan kuat agamanya serta menjadi perempuan yang kuat iman dan takwa (imtak), sehingga ia mampu menjaga anak-anaknya dari gangguan dan ancaman dimana pun mereka berada.

Baca Juga:  Pembangunan Industrialisasi Eksploitatif dan Kesejahteraan Sumenep

Tak jarang seorang ibu yang hidup sendirian, tanpa didampingi suami, bisa hidup dengan layak dan berhasil mendidik dan mengantarkan anak-anak mereka pada tingkat pendidikan yang tinggi, bahkan sampai memperoleh kesarjanaan yang layak.

Harus diakui, masih banyak Kartini-Kartini yang kurang beruntung. Bermacam faktor bisa menjadi penyebabnya, seperti rendahnya pendidikan, ekonomi yang lemah, dan latar belakang sosial yang berat membuat mereka tak berdaya.

Begitu banyak Kartini-Kartini yang nekat mengadu nasib diluar negeri, meskipun melalui prosedur ilegal, karena di negeri sendiri tak tersedia lapangan kerja yang bisa menghasilkan uang sesuai harapan mereka.

Sungguh luar biasa, bagi mereka yang rela meninggalkan anak dan suami, bahkan kadang mereka juga harus menghadapi kenyataan pahit, suami menikah lagi atau berselingkuh.

Baca Juga:  Narsis Para Politikus Ndompleng Kesuksesan Greysia dan Apriyani

Karena itu, kaum perempuan harus maju dan berpendidikan memadai. Kaum perempuan harus terus diberdayakan dan ditingkatkan ilmu pengetahuannya dalam segala segi kehidupan sehingga tidak tergantung semata kepada suami atau orang lain.

Kemandirian kaum perempuan perlu dipupuk dan dikembangkan sebaik-baiknya, mungkin pembinaannya, melalui organisasi sosial dalam bentuk pelatihan-pelatihan di bidang kesehatan, perekonomian, dll.

Kartini-Kartini muda tak boleh lemah, persiapkan diri sebagai pribadi mandiri seperti kutipan kata-kata beliau yang menginspirasi. “Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?

Baca Juga : Internet Desa Solusi Disparitas Kepulauan

Penulis : RF. Aditya
Editor : D. Julak

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Sabu, Dua Pria di Kecamatan Kota Sumenep Diamankan Polisi
Tragis! Nelayan Camplong Sampang Tewas Bersimbah Darah, Diduga Diserang OTK
Bapenda Sumenep: Manfaatkan Peluang Keringanan PBB-P2, Ingat Jatuh Temponya ‎
Pemkab Sumenep Peringati HUT ke-65 Gerakan Pramuka, Dorong Pramuka Aktif Dukun Ketahanan Pangan dan Lingkungan
Bapenda Sumenep: Penghapusan Denda PBB-P2 Bentuk Kepedulian Pemerintah Daerah kepada Masyarakat
Raih Penghargaan MNV 2026, Kepala Bappeda Sumenep: Jangan Cepat Puas, Jadikan Energi Baru
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Bappeda Sumenep Ajak Pramuka Perkuat Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:36 WIB

Kasus Sabu, Dua Pria di Kecamatan Kota Sumenep Diamankan Polisi

Kamis, 10 September 2026 - 14:26 WIB

Tragis! Nelayan Camplong Sampang Tewas Bersimbah Darah, Diduga Diserang OTK

Kamis, 10 September 2026 - 10:37 WIB

Bapenda Sumenep: Manfaatkan Peluang Keringanan PBB-P2, Ingat Jatuh Temponya ‎

Kamis, 10 September 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Sumenep Peringati HUT ke-65 Gerakan Pramuka, Dorong Pramuka Aktif Dukun Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Rabu, 9 September 2026 - 16:49 WIB

Bapenda Sumenep: Penghapusan Denda PBB-P2 Bentuk Kepedulian Pemerintah Daerah kepada Masyarakat

Berita Terbaru