Dapurrakyatnews – Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, SH, MH., membuka pelaksanaan Job Fair 2025, yang diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep.
Dalam sambutannya, KH Imam Hasyim menyoroti beberapa tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi Kabupaten Sumenep. Salah satunya adalah meskipun tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun, pembangunan sumber daya manusia di Sumenep masih tertinggal dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.
Menurutnya, meski jumlah lulusan SMA dan sarjana terus meningkat setiap tahun, sektor-sektor produktif di daerah ini belum berkembang secara signifikan untuk menyerap tenaga kerja yang ada.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai inisiatif, salah satunya dengan menggelar Job Fair secara rutin. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mengurangi angka pengangguran produktif di Sumenep,” ujar KH Imam Hasyim.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sumenep tercatat mengalami penurunan dari 1,71 persen pada 2023 menjadi 1,69 persen pada 2024.
Meskipun penurunan ini terbilang kecil, hal tersebut mencerminkan adanya perbaikan ekonomi dan peningkatan serapan tenaga kerja.
“Namun, kami tidak berhenti di sini. Kami terus berupaya memperluas kesempatan kerja dan mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mencari peluang kerja,” katanya.
“Kami mengajak seluruh pencari kerja untuk memanfaatkan kesempatan yang ada di Job Fair ini, terutama peluang yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dan instansi pemerintah,” lanjutnya.
KH Imam Hasyim juga menekankan pentingnya pemanfaatan kesempatan kerja sesuai dengan keterampilan, kompetensi, serta latar belakang pendidikan pencari kerja, sehingga mereka dapat meraih peluang yang maksimal.
“Kegiatan Job Fair ini diharapkan menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha, serta mendukung upaya Pemkab Sumenep dalam mengurangi pengangguran dan memperkuat ekonomi lokal,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep, Heru Santoso, S.STP, M.H., menambahkan bahwa tahun ini, tersedia sebanyak 3.152 lowongan pekerjaan, yang bervariasi mulai dari tingkat pendidikan SMP, SMA, hingga Sarjana.
Menurut Heru, pencari kerja yang hadir dalam Job Fair tidak terbatas hanya untuk yang berpendidikan tinggi, karena kuota lowongan pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.
“Lowongan pekerjaan ini tidak kami tentukan sendiri, tetapi berdasarkan permintaa}n dan kebutuhan perusahaan yang berpartisipasi,” pungkasnya.
