Berita  

Bupati Sumenep Dorong Sinergi Pusat-Daerah untuk Wujudkan Swasembada Garam 2027

Bupati
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menjadi salah satu narasumber dalam dialog khusus Maritim Fest.

Dapurrakyatnews – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menjadi narasumber dalam dialog khusus Maritim Fest yang disiarkan oleh JTV pada Selasa (21/4/2026) malam. Dialog yang dipandu presenter Karyn Sem tersebut mengangkat tema “Jawa Timur Benteng Swasembada Garam Nasional.”

Dalam forum tersebut, Achmad Fauzi menegaskan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan petani garam tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi lintas level pemerintahan.

“Pendampingan kepada petani garam bukan hanya tanggung jawab pemerintah kabupaten. Harus ada keterlibatan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Ia mencontohkan pentingnya keberlanjutan program Program Pugar yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas petani garam. Program tersebut, menurutnya, harus tetap berbasis kelompok tani guna memastikan efektivitas penyaluran bantuan.

“Program seperti Pugar sangat membantu, terutama dalam peningkatan kualitas produksi dari hulu, misalnya melalui bantuan geomembran. Namun bantuan itu sebaiknya diberikan kepada kelompok atau koperasi, bukan individu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Fauzi menekankan bahwa sektor garam memiliki dimensi strategis karena berkaitan langsung dengan kepentingan nasional. Oleh karena itu, intervensi pemerintah dalam bentuk bantuan teknologi maupun kebijakan harga dinilai sangat krusial.

Selain itu, ia juga menyoroti peran PT Garam yang dinilai harus lebih aktif dalam pembinaan sumber daya manusia petani garam, khususnya di Kabupaten Sumenep.

“Petani garam di Sumenep tidak bisa dilepaskan dari keberadaan PT Garam. Kami berharap perusahaan ini juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas SDM petani,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mengawal aspek kesejahteraan petani, termasuk memastikan stabilitas harga garam agar tetap menguntungkan.

“Jika harga garam baik dan petani sejahtera, maka keberadaan PT Garam juga akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Fauzi juga mengapresiasi inovasi pelaku usaha lokal yang mulai mengembangkan produk turunan garam, seperti garam konsumsi berkualitas hingga garam spa. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa komoditas garam memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih luas.

“Garam tidak hanya untuk konsumsi pangan, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti garam spa. Ini peluang ekonomi yang harus terus didorong,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, kata dia, berkomitmen mendukung program nasional di sektor ketahanan pangan, termasuk swasembada garam. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai bantuan dan kebijakan yang mendorong peningkatan produksi.

Selain itu, pemerintah daerah juga siap mengawal rencana pengembangan teknologi baru yang akan dilakukan PT Garam bekerja sama dengan pihak ketiga.

Menutup pernyataannya, Bupati Fauzi menyampaikan harapan agar target swasembada garam nasional pada tahun 2027 dapat tercapai sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

“Kami optimistis target swasembada garam 2027 bisa terwujud. Ini penting untuk kepentingan nasional agar kita tidak lagi bergantung pada impor garam,” pungkasnya.

Exit mobile version