Tak Berkategori  

Butuh Tangan Ajaib Pemkab Sumenep, Agar Masyarakat Menikmati Air Bersih

Relawan Masyarakat Kangean
Pendistribusian air bersih oleh Relawan Masyarakat Kangean di Dusun Pajentoa Desa Kolo-Kolo Kecamatan Arjasa.

Sumenep, DapurRakyatNews – Saat ini di Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangayan Pulau Kangean terdapat beberapa Desa yang masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Ada beberapa Desa yang saat ini masih kesulitan air bersih, Sudah beberapa cara dilakukan untuk mendapatkan sumber air, namun selalu gagal. Kamis (3/9/2021)

Pengeboran untuk mencari sumber air menurut Ainurrahman, Ketua RMK, Relawan Masyarakat Kangean bukan hanya dilakukan oleh masyarakat setempat namun pihak Desa juga melakukan pengeboran untuk bisa mendapatkan sumber mata air.

Sebagian Desa tersebut menurut catatan Ainurrahman adalah :

1.Dusun Pabitta Desa Batuputih, 2. Dusun Songlor, Dusun Batotale Desa Geleman, 3 Dusun Tanamolbul Desa Buddi, 4 Dusun Pajentoa Desa Kolo kolo

“Keempat Desa tersebut walaupun dilakukan pengeboran untuk mencari mata air tidak pernah berhasil,” kata Ainurrahman

Pendistribusian air bersih oleh RMK Relawan Masyarakat Kangean di Dusun Pajentoa Desa Batu Putih Kecamatan Kangayan

Saat ini masyarakat yang terdampak kekeringan untuk mendapatkan air bersih seperti di Dusun Pabbita Desa Batuputih memanfaatkan air sumur yang dalam waktu semalam hanya bisa mendapatkan 4 jerigen air dengan menempuh jarak 1 Kilometer.

“Kalau untuk Dusun Songlor Desa Geleman warga Dusunnya, harus pergi ke Desa pajenangger dengan menggunakan sepeda motor begitu juga mereka yang dari Dusun Tanamolbul mengambil air nya ke Desa Arjasa,” tambah Ainur yang juga Ketua RMK Relawan Masyarakat Kangean.

Cek video kegiatan RMK disini :

https://youtu.be/kGoBfMMRITI

Sedangkan dari RMK sendiri mempunyai keterbatasan untuk selalu melakukan pendistribusian, karena selama ini apa yang kami lakukan untuk pendistribusian air bersih sumber dananya dari masyarakat yang kami kumpulkan.

Ketika ditanya apakah tidak ada kontribusi dari pemerintah setempat untuk pendanaan air bersih yang disalurkan oleh RMK.

Pihak kecamatan juga membantu, seingat saya waktu itu Pak Camat membantu uang 100.000, walau dirasa buat kami dengan dana yang diberikan jauh dari cukup, tetap kami terima.

“Untuk pihak desa yang kami distribusikan air bersih, walaupun hanya ucapan terima kasih yang kami dapatkan, buat kami sudah lebih dari cukup,” pungkasnya.

Baca juga : Ancam Somasi Anggota, Petinggi Peradi Madura Raya Bereaksi

BPBD, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumenep, saat diminta tanggapannya oleh Dapurrakyatnews melalui sambungan telepon, Dr. R. Abd Rahman Riadi, SE, MM mengatakan bahwa, untuk kepulauan belum bisa kami cover dan hal tersebut sudah pernah kami sampaikan saat rapat koordinasi.

“Kendalanya yang pertama adalah sarana dan prasarana, jadi kita hanya bisa mengcover daratan saja dan yang paling jauh saja hanya Kecamatan Talango yang bisa kita cover,” katanya

Kepala BPBD Sumenep menerangkan bahwa biasanya untuk kepulauan seperti tahun kemarin di cover Pemprov Jatim, dan kami sudah lakukan komunikasi dengan Pemprov Jatim.

“Namun saat ini Pemprov sedang fokus untuk penanganan Covid dan untuk penanganan kekeringan saat ini tidak dialokasikan anggaran di tahun 2021,” pungkasnya.

Kekeringan bisa dikategorikan bencana alam, sesuai Permendes harusnya Dana Desa bisa masuk untuk bisa dialokasikan untuk mendistribusikan air bersih.

Kekeringan atau minimnya air bersih untuk masyarakat kepulauan bukan hanya terjadi tahun ini, namun sudah terjadi bertahun-tahun. dan sampai saat ini sepertinya Pemerintah Kabupaten Sumenep belum bisa memberikan solusi terbaik untuk warganya.

 

Exit mobile version