DPC PKDI Sumenep Resmi Dikukuhkan, Fokus Tingkatkan Kapasitas dan Soliditas Kepala Desa

- Editorial Team

Rabu, 23 Juli 2025 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep secara resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPC PKDI) Kabupaten Sumenep masa bhakti 2025–2030. Acara pengukuhan berlangsung di Pendopo Keraton Sumenep, Jawa Timur. Rabu (23/7/2025).

Pengukuhan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Ketua DPRD Sumenep, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Anwar Syahroni Yusuf, serta para pengurus dan anggota PKDI Sumenep.

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, berharap pengurus PKDI Sumenep mampu mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya yakin, kehadiran PKDI akan membawa dampak yang lebih bermakna bagi seluruh kepala desa di Kabupaten Sumenep,” kata Bupati mengawali sambutannya.

Ia menambahkan, PKDI Sumenep menjadi wadah komunikasi yang lebih erat dan efektif antar kepala desa, tidak hanya di Sumenep, tetapi juga dengan daerah lain.

Di sinilah ruang kolaborasi dan tukar pengalaman bisa dibangun. Kalau ada kepala desa yang dianggap lebih berprestasi, bisa berbagi pengalaman dan ilmu dengan lainnya.

“Ini penting, karena walaupun secara geografis setiap daerah berbeda, tapi pengalaman dan tantangan di lapangan sering kali serupa.” ujarnya.

Baca Juga:  106 Nakes Menerima SK PPPK, Bupati Titip Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Ia juga menyampaikan, bahwa menjadi kepala desa bukanlah hal yang mudah, karena kepala desa adalah wajah utama pemerintah di tengah masyarakat. Masyarakat melihat kepala desa sebagai tempat pertama untuk mengadu mulai dari urusan orang sakit, ongkos, hingga kebutuhan sehari-hari.

“Bahkan dalam kondisi yang tidak berkaitan langsung, kepala desa tetap dituntut hadir dan membantu,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menerangkan bahwa di periode ke duanya, pihaknya juga mengembangkan layanan 112, sebagai bentuk respon cepat terhadap masalah-masalah sosial. Masyarakat yang tidak mampu dan menghadapi persoalan seperti perceraian, kuliah, atau hukum, bisa menghubungi layanan ini, dan kami bantu tanpa harus membebani kepala desa.

“Tujuan kami jelas, kepala desa tidak harus memikul semua persoalan warga secara pribadi.” tambahnya.

Bupati juga menekankan bahwa kepala desa adalah wajah pemerintah, baik daerah, provinsi, maupun pusat. Karena itu, kepala desa harus memiliki dua kemampuan: pertama, bisa berbahasa dengan masyarakat dalam bahasa yang mudah dipahami; dan kedua, mampu memahami serta menjalankan tata kelola pemerintahan desa secara profesional.

Baca Juga:  Gerak Cepat Polisi dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla, Warga Acungi Jempol 

“Ini adalah tuntutan yang tidak bisa dihindari,” tegasnya.

Oleh sebab itu, saya titip kepada PKDI, khususnya kepada pengurus pusat, agar bisa memperjuangkan tata kelola birokrasi pemerintahan desa yang lebih sederhana. Kenapa? Karena kehidupan kepala desa itu sendiri sudah tidak sederhana. Kepala desa harus hadir saat warga meninggal, melahirkan, sakit, hingga urusan lainnya.

“Jika sistem pemerintahannya juga tidak simpel, maka beban kepala desa akan semakin berat. Mari kita permudah, agar mereka bisa bekerja dengan lebih fokus dan maksimal.” tutupnya.

Di tempat yang sama ketua DPC PKDI Sumenep, H. Abd. Hayat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kekompakan para kepala desa di Sumenep tidak lepas dari peran penting Kepala Desa Pangarangan, H. Miskun Legiono, yang selama ini menjadi panutan dan motor penggerak solidaritas antar-kepala desa.

“Kami sepakat untuk melanjutkan perjuangan beliau yang sudah terbukti mampu menyatukan para kepala desa. Ke depan, kami berkomitmen untuk bekerja lebih baik demi kemajuan desa-desa di Sumenep,” ujar H. Abd. Hayat.

Ia menekankan bahwa penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi agenda prioritas kepengurusannya. Menurutnya, latar belakang kepala desa yang beragam—mulai dari santri, petani, pengusaha, hingga aktivis, perlu diselaraskan dalam visi yang sama agar terwujud sinergi yang solid.

Baca Juga:  KLM Aven Selon 03 milik Warga Desa Sapeken Alami Laka Laut, Kerugian capai Milyaran Rupiah

“Peningkatan kapasitas kepala desa harus dilakukan secara berkelanjutan. Kita perlu menyamakan persepsi agar terbangun kebersamaan. Dengan demikian, kami yakin kepala desa di Sumenep akan semakin kompak dan profesional,” imbuhnya.

Selain itu, H. Abd. Hayat menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun non-pemerintah, termasuk media dan LSM, sebagai mitra strategis PKDI.

“Media dan LSM memiliki peran penting dalam menyuarakan persoalan-persoalan desa. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa menciptakan pemerintahan desa yang transparan, bersih, dan berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.

Pengukuhan DPC PKDI Sumenep diawali dengan penyerahan Bendera Pataka yang dikerahkan oleh ketua DPD PKDI Jawa Timur, kepada ketua PKDI Kabupaten Sumenep.

Dengan pengukuhan tersebut, diharapkan menjadi momentum penguatan peran kepala desa sebagai garda terdepan, dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB