Tragedi di Perairan Pulau Sapudi: Perahu Nelayan Tenggelam, 1 Selamat, 2 Masih Hilang

- Penulis

Minggu, 25 Agustus 2024 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

Dapurrakyatnews – Sebuah perahu nelayan yang dipergunakan oleh 3 orang nelayan warga Desa Prambanan untuk mancing, dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. pada Sabtu pagi, (24/8/2024).

Kejadian tragis ini menelan korban hilang sebanyak dua orang, sementara satu orang berhasil selamat. Korban yang selamat, Affad, ditemukan oleh nelayan setempat setelah bertahan hidup dengan berpegangan pada papan kayu. Sementara dua rekannya, Musahwi (55) dan Tolak (50), hingga saat ini masih belum diketahui nasibnya.

Putri dari Musahwi, Masita, mengonfirmasi bahwa ayahnya adalah salah satu korban yang belum ditemukan. “Menurut penuturan Affad yang sempat datang ke rumah saya, kejadian ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Affad sendiri baru berhasil ditemukan saat waktu Maghrib atau sore hari,” kata Masita melalui pesan WhatsApp pada dini hari, Sabtu (24/8/2024).

Ketiga nelayan ini menurut penuturan Masita, diketahui sedang dalam perjalanan menuju perairan Desa Leggung untuk memancing, ketika perahu mesin yang mereka gunakan diterjang ombak besar.

“Kami sekeluarga berharap pihak berwenang, untuk segera melakukan pencarian dan menemukan ayah saya dan Tolak, agar dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga,” tambah Masita dengan harapan besar.

Affad korban selamat dari perahu yang ditumpanginya

Kanit Reskrim Polsek Sapudi, Aiptu Rizal Afandi, S.H., membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WIB, saat ketiga nelayan tersebut berangkat memancing dari Desa Prambanan.

“Cuaca pada saat keberangkatan tampak normal, namun dua jam kemudian kondisi laut berubah drastis. Ombak yang semula tenang mendadak membesar, membuat perahu yang mereka tumpangi kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik,” ungkapnya. Sabtu (24/8/2024) Dini hari.

Rizal Affandi menambahkan, Affad, satu-satunya nelayan yang berhasil selamat, ditemukan oleh nelayan lain bernama Amsi dari Dusun Karang Nyiur, Desa Prambanan, sekitar pukul 16.00 WIB. Sabtu (24/8/2024).

“Setelah menemukan Affad, Amsi segera berusaha mencari dua nelayan lainnya di sekitar lokasi tenggelamnya perahu. Namun, upaya pencarian harus dihentikan karena kondisi cuaca yang semakin memburuk. Gelombang tinggi dan angin kencang memaksa Amsi dan Affad untuk kembali ke daratan dan meminta bantuan,” terangnya.

Sekira pukul 23.00 Wib korban Affad melaporkan kejadian tersebut ke kepala Desa Prambanan. Selanjutnya Kepala desa memberikan informasi Kepolsek Sapudi dan Koramil Sapudi.

“Mengingat cuaca yang tidak memungkinkan, sampai saat ini tidak bisa dilakukan pencarian terhadap 2 Nelayan yang hilang,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dapurrakyatnews, Affad berhasil menyelamatkan diri dengan bergelantung pada papan, sementara Musahwi dan Tolak dikabarkan menggunakan jerigen sebagai pelampung untuk bertahan. Namun, keduanya terpisah jauh dari Hafad, dan hingga kini belum ada kabar mengenai keberadaan mereka.

Pihak keluarga korban dan masyarakat setempat, kini berharap kepada pihak terkait untuk segera melakukan upaya pencarian kepada 2 orang korban yang masih belum ditemukan.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan laut yang terjadi di perairan Sumenep, yang sering kali disebabkan oleh cuaca buruk dan minimnya peralatan keselamatan yang digunakan oleh nelayan setempat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba
Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf
Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan
AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang
Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan
74 Kepala SD Negeri di Sumenep Terima SK Periode Kedua, Kadisdik Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan
2 Ruko di Kudo-kudo Inderapura Hangus Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai Ratusan Juta
Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Sumenep Lantik Kepala Inspektorat Baru

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:22 WIB

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:44 WIB

Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan

Berita Terbaru

AKBP Anang Hardiyanto saat memasuki Halaman Mapolres Sampang saat acara Sertijab Kapolres Sampang, pada Rabu (29/7/2026).

Berita

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:23 WIB