Keputusan Berani Achmad Fauzi Memberikan Pelayanan Kesehatan Gratis kepada Masyarakat melalui UHC

- Penulis

Minggu, 10 November 2024 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Achmad Fauzi Wongsojudo bersama dengan KH Imam Hasyim saat bersama sama dengan relawannya usai Debat Publik ke 2 di rumah pemenangan FAHAM.

Achmad Fauzi Wongsojudo bersama dengan KH Imam Hasyim saat bersama sama dengan relawannya usai Debat Publik ke 2 di rumah pemenangan FAHAM.

Dapurrakyatnews – Universal Health Coverage (UHC) adalah program nasional yang bertujuan memberikan akses kesehatan yang merata bagi seluruh penduduk Indonesia.

Namun, pendanaan untuk UHC bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), yang berarti setiap daerah bertanggung jawab untuk menyediakan dana yang cukup, agar program ini dapat berjalan dengan efektif di tingkat lokal.

Hal ini menimbulkan tantangan bagi pemerintah daerah, mengingat adanya disparitas kapasitas ekonomi antar daerah.

Achmad Fauzi Wongsojudo, Bupati Sumenep, menjadi salah satu kepala daerah yang berhasil menjawab tantangan ini. Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Sumenep telah mencapai cakupan UHC untuk 96% penduduknya, dengan anggaran yang dialokasikan mencapai 88 miliar rupiah.

“UHC memang program nasional, namun implementasinya memerlukan kebijakan dari kepala daerah, dengan pembiayaan yang bersumber dari APBD,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo usai Debat Publik kedua di Posko Kemenangan Faham. Sabtu (9/11/2024) Malam.

Menurutnya, jika UHC sepenuhnya dibiayai oleh APBN, seluruh kabupaten/kota di Indonesia seharusnya sudah mencapainya dengan angka yang sama. Namun kenyataannya, tidak semua daerah mampu melaksanakan UHC dengan efektif.

Sebagai bukti, selama menjabat Bupati Sumenep, ia memastikan masyarakat tercover dalam program UHC melalui BPJS, sehingga pengobatan menjadi gratis.

“Jika UHC dibiayai APBN, cukup dengan PBIN, tetapi di Sumenep, kami menggunakan PBID yang sepenuhnya dibayar oleh pemerintah daerah. Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk membiayai kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Terkait pertanyaan mengenai warga yang masih berobat ke luar daerah meski pelayanan di Sumenep sudah baik, Achmad Fauzi menjelaskan bahwa beberapa pasien dirujuk keluar karena keterbatasan dokter spesialis di Sumenep, seperti dokter spesialis tulang.

“Namun, kini RSUD dr. Moh Anwar sudah memiliki dokter spesialis ortopedi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah,” terangnya.

Selain itu, faktor geografis juga mempengaruhi keputusan masyarakat untuk berobat ke luar daerah. “Seperti sebelum Sumenep memiliki rumah sakit di Kangean, masyarakat Sapeken akan lebih memilih berobat ke Bali atau Banyuwangi karena jaraknya lebih dekat,” tegasnya.

“Apapun yang telah kami lakukan sepenuhnya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena kami semua di eksekutif merupakan pelayanan masyarakat,” pungkasnya.

Berkat capaian UHC yang lebih dari 96%, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendapat penghargaan atas ketaatan dalam membayar premi BPJS serta prestasi dalam meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat.

UHC sendiri adalah program kesehatan yang dirancang untuk menanggung biaya pengobatan bagi masyarakat yang sakit, dan tidak berlaku untuk layanan seperti surat keterangan sehat atau untuk operasi kecantikan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba
Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf
Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan
AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang
Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan
74 Kepala SD Negeri di Sumenep Terima SK Periode Kedua, Kadisdik Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan
2 Ruko di Kudo-kudo Inderapura Hangus Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai Ratusan Juta
Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Sumenep Lantik Kepala Inspektorat Baru

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:22 WIB

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:44 WIB

Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan

Berita Terbaru

AKBP Anang Hardiyanto saat memasuki Halaman Mapolres Sampang saat acara Sertijab Kapolres Sampang, pada Rabu (29/7/2026).

Berita

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:23 WIB