Pemkab Situbondo Perkuat Posisi Lumbung Pangan Nasional dengan Varietas Padi BK 01 dan 02 Agritan

- Editorial Team

Selasa, 27 Agustus 2024 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Gubernur Jawa Timur, Andhy Karyono, bersama Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi, M.M., saat melakukan panen raya di lahan Kelompok Tani Kuncup,

Pj Gubernur Jawa Timur, Andhy Karyono, bersama Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi, M.M., saat melakukan panen raya di lahan Kelompok Tani Kuncup,

Dapurrakyatnews – Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, semakin memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional dengan pengembangan varietas padi unggul BK 01 dan 02 Agritan.

Panen raya perdana padi ini dilakukan oleh Penjabat Gubernur Jawa Timur, Andhy Karyono, bersama Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi, M.M., di lahan Kelompok Tani Kuncup, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Senin, (26/8/2024).

“Varietas padi BK 01 dan 02 Agritan ini memiliki keunggulan dalam hal produktivitas, mampu menghasilkan 8,8 ton gabah per hektar. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bibit padi konvensional yang hanya mampu memproduksi sekitar 6 ton gabah per hektar,” kata Bupati Situbondo.

Keunggulan ini mendapat apresiasi tinggi dari Andhy Karyono, yang melihat potensi besar varietas baru ini dalam memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur, serta mempertahankan posisinya sebagai salah satu provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

“Dengan adanya padi BK 01 dan 02 Agritan, Jawa Timur semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional. Tiga tahun berturut-turut, produksi padi dan beras di Jawa Timur tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia. Varietas baru ini tentunya akan semakin meningkatkan kinerja kita dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Andhy Karyono.

Di sisi lain, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, optimistis bahwa varietas padi BK 01 dan 02 Agritan akan membawa dampak signifikan bagi produksi gabah di daerahnya. Berdasarkan data yang dimiliki, produksi gabah di Kabupaten Situbondo sebelumnya hanya mencapai 138.721 ton per tahun. Namun, dengan penerapan padi BK 01 dan 02 Agritan, produksi diperkirakan akan meningkat drastis hingga mencapai 463.113 ton per tahun, atau naik sebesar 220 persen.

Baca Juga:  Hari ke 7 Pencarian Nelayan Tenggelam di Pesisir Selatan belum Membuahkan Hasil

“Padi BK 01 dan 02 Agritan ini memberikan harapan baru bagi para petani di Situbondo. Kami optimistis bahwa dengan inovasi ini, Situbondo akan menjadi daerah yang berkontribusi besar dalam pencapaian swasembada pangan di Jawa Timur,” tutur Karna Suswandi.

Tidak hanya dari segi kuantitas, varietas padi BK 01 dan 02 Agritan juga terbukti efisien dalam penggunaan pupuk. Salah seorang petani, Sanur, yang menjadi bagian dari Kelompok Tani Kuncup, menyampaikan pengalamannya dalam menanam padi ini di lahan seluas 6.000 meter persegi.

Baca Juga:  Keren, Said Abdullah kembali Berbagi kepada Ribuan Jamaah Shalat Taraweh

Menurutnya, padi BK 01 dan 02 Agritan lebih unggul dan hanya membutuhkan 2,5 kuintal pupuk untuk lahan seluas itu, jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan varietas padi yang sebelumnya ia tanam.

Keberhasilan ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi dalam bidang pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kabupaten Situbondo, dengan dukungan dari pemerintah provinsi, bertekad untuk terus mengembangkan teknologi pertanian yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Indonesia,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Dua orang perwakilan PPPK Paruh Waktu saat di sumpah pada penyerahan SK di Alun-alun Trunojoyo, Sampang, setahun yang lalu. Foto: Istimewa.

Pemerintahan

Lolos Evaluasi Maut, 3.214 PPPK Sampang Resmi Amankan Kontrak Baru

Senin, 28 Sep 2026 - 16:06 WIB

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB