Sumenep Menjadi Salah Satu yang Dipilih Kementerian Pertanian menjadi Percontohan Pengembangan HDDAP

- Editorial Team

Sabtu, 18 Mei 2024 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wingsojudo, saat sesu foto bersama, setelah penandatanganan Komitmen Bersama antara Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Kick Off HDDAP, di Hotel JW Marriott Surabaya. Kamis (16/05/2024)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wingsojudo, saat sesu foto bersama, setelah penandatanganan Komitmen Bersama antara Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Kick Off HDDAP, di Hotel JW Marriott Surabaya. Kamis (16/05/2024)

Dapurrakyatnews – Kabupaten Sumenep menjadi salah satu dari 13 Kabupaten dan 7 Provinsi di Indonesia, yang terpilih dalam pelaksanaan Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).1

Dikutip situs pertanian.go.id., Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura sekaligus Plt. Sekjen Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian kerja bersama dalam mengolah kawasan hortikultura terpadu di lahan kering seluas 10.000 hektar yang tersebar di 13 kabupaten dan 7 Provinsi Indonesia.

“Yang pasti kegiatan ini mengkonsolidasikan 10 ribu hektare lahan kering dan petani hortikultura secara berkelanjutan dalam wadah KEP (Kelembagaan Ekonomi Petani), terutama untuk menghasilkan produk hortikultura berkualitas sesuai kebutuhan domestik, industri, dan ekspor,” kata Prihasto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan, ketiga belas Kabupaten dan Provinsi itu meliputi Kabupaten Pakpak Bharat di Sumatera Utara, Kabupaten Dairi, Karo, Sumedang, Batang, Wonosobo, Sumenep, Gresik, Lumajang, Buleleng, Enrekang, Gowa dan Ende.

“Kami sangat yakin, kegiatan HDDAP mampu menjawab berbagai tantangan hortikultura nasional dan internasional sekaligus seiring program Presiden terpilih yakni makan siang gratis di mana kita perlu menghasilkan produksi hortikultura yang berkualitas,” ujarnya

Baca Juga:  Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Kalianget Tembus Ribuan Penumpang. Azwar Anas: Alhamdulillah Berjalan Aman dan Lancar

Sebagai informasi, DDAP didesain sedemikian rupa dengan pendekatan terpadu yang mampu mengakselerasi pengembangan hortikultura nasional menjadi lebih maju dan mendunia.

Sementara itu, kata Prihasto, seluruh lahan yang ada ini nantinya akan digunakan untuk pengembangan cabai, bawang merah, mangga, durian, manggis, jeruk, sayuran daun, tanaman obat dan aneka buah lainnya. Penentuan lokasi di 13 Kabupaten ini sudah sesuai dengan serangkaian proses perencanaan panjang melalui Feasibility Study (FS) serta SID.

Prihasto menambahkan salah satu penentu keberhasilan kegiatan ini adalah pembagian peran yang jelas dari setiap stakeholder yang terlibat dalam HDDAP baik pemerintah pusat maupun daerah serta mitra kerja terkait lainnya.

“Pemerintah pusat bertugas memastikan seluruh aspek kegiatan berjalan dengan baik, sedangkan pemerintah daerah berperan melaksanakan fungsi koordinasi tim pelaksana HDDAP mulai dari menyiapkan sarana prasarana pendukung serta bertanggungjawab atas usulan CPCL,” harapnya.

Bupati Sumenep saat menandatangani kerja antara pemerintah Kabupaten Sumenep, dengan Kementerian Pertanian.

Selain itu, kata Prihasto, kelembagan ekonomi petani atau KEP berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan HDDAP. KEP tersebut akan mengkonsolidasikan lahan dan petani untuk menghasilkan produk hortikultura yang bermutu sesuai kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Pemdes Sapeken Buat Peraturan Desa, Untuk Menyelesaikan Masalah Sampah

“Pembagian tugas ini sekilas memang tampak sederhana, namun dalam praktiknya sangat kompleks dan dinamis. KEP dituntut mampu menjadi penghubung semua subsistem yang terbangun dalam HDDAP dari hulu hingga hilir berbasis permintaan pasar hingga menghadirkan model kemitraan bisnis yang saling menguntungkan antara KEP dengan sektor swasta,” ungkapnya.

Diketahui, hingga saat ini telah teridentifikasi 17 private sector yang siap terlibat dalam kegiatan HDDAP. Keterlibatan perbankan dalam HDDAP berperan menyediakan skema dan layanan kredit usaha bagi petani melalui jaminan KEP untuk keberlanjutan usaha. Mengenai hal ini, Prihasto mengaku telah mensimulasikan rencana pengembangan komoditas hortikultura di lokasi HDDAP yang diproyeksikan akan meningkatkan keuntungan petani hingga Rp 1,4 triliun atau naik 99 persen.

Baca Juga:  Mengoptimalkan Pencapaian Target PAD 2024, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi Pembayaran Pajak Non Tunai

“Keterlibatan perbankan ke dalam proses bisnis HDDAP akan menjadi indikator penting dalam penilaian keberhasilan kegiatan,” tutupny

Sementara itu, dikutip dari sumenepkab.go.id, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongso judo menyampaikan, Pemerintah daerah untuk program HDDAP memfokuskan pada tiga komoditas yaitu pisang, bawang merah dan cabai, dengan titik lokasi penanamannya tersebar di sejumlah kecamatan

“Untuk komoditas pisang, fokus penanaman di Kecamatan Batuputih dan Paragaan, sedangkan bawang merah di Kecamatan Pasongsongan dan Guluk-guluk serta komoditas cabai di Kecamatan Ambuten dan Rubaru,” terang Bupati, sesaat setelah penandatanganan Komitmen Bersama antara Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Kick Off HDDAP, di Hotel JW Marriott Surabaya. Kamis (16/05/2024)

Bupati menyatakan, Kabupaten Sumenep terpilih sebagai pilot projet HDDAP berefek positif kepada produktivitas kualitas, sehingga potensi hortikultura semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Yang jelas, program HDDAP bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan rantai nilai produk holtikultura di Kabupaten Sumenep

“Kami mengharapkan seluruh jajaran Pemerintah Daerah bahu-membahu untuk mendukung keberhasilan program HDDAP,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru