Kasatpol PP Sumenep Lakukan Edukasi Bahaya Rokok Ilegal Melalui Siaran Radio

- Editorial Team

Rabu, 26 Oktober 2022 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasatpol PP Kabupaten Sumenep Drs. Ach Laili Maulidy, M,Si, bersama dengan kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Zainul Arifin, saat melakukan edukasi bahaya rokok ilegal melalui sarana radio.

Kasatpol PP Kabupaten Sumenep Drs. Ach Laili Maulidy, M,Si, bersama dengan kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Zainul Arifin, saat melakukan edukasi bahaya rokok ilegal melalui sarana radio.

Dapurrakyatnews – Kabupaten Sumenep salah satu kabupaten yang berkontribusi atas penerimaan cukai, berhak untuk mendapatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Alokasi dana tersebut, selain digunakan untuk Kesejahteraan masyarakat dan Kesehatan juga untuk penegakan hukum.

Kepala Satuan Pamong Praja Kabupaten Sumenep Drs. Ach Laili Maulidy, M,Si, bersama dengan kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Zainul Arifin, membahas DBHCHT di bidang penegakan hukum, melalui siaran radio Nada FM 102.9 Sumenep.

Kasatpol PP Sumenep menyatakan bahwa, kedudukan Satpol PP disini adalah sebagai APH  Aparat Penegak Hukum, yang mendukung tugas dan fungsi dari Bea dan Cukai.

“Sebagaimana dalam Pasal 34 UU Cukai disebutkan bahwa Bea dan Cukai dapat meminta bantuan kepada POLRI, TNI, dan instansi lainnya, dalam menjalankan tugasnya,” kata Kasatpol PP, seperti dikutip dari siaran pers Kementrian Keuangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Jumat (20/10/2022).

Ia menambahkan, jika hal tersebut senada dengan alokasi DBHCHT yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, dengan porsi bidang penegakan hukum, yang harus melibatkan Satpol PP Kabupaten Sumenep.

“Oleh karenanya sebagai bentuk sinergi sesama instansi pemerintah, hal tersebut akan meningkatkan efektifitas dalam bekerja,” jelasnya.

Sementara ditempat yang sama Zainul Arifin, merespon pertanyaan dari pembawa acara mengapa rokok ilegal dilarang. Menurutnya larangan terkait rokok ilegal sudah diatur didalam UU No. 39 Tahun 2007, tentang Cukai.

Baca Juga:  Semangat Santri Menginspirasi Pelayanan Kesehatan: RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Rayakan Hari Santri Nasional dengan Nilai Keikhlasan dan Pengabdian

“Siapa saja yang menawarkan, mengedarkan, hingga memperjualbelikan rokok ilegal tersebut terdapat sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda sebesar 2 sampai 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” jawabnya.

Selain itu rokok ilegal banyak sekali keburukannya, mulai dari membahayakan kesehatan karena diragukan kualitas bahan, serta kebersihannya dan tentunya hingga merugikan negara. Dalam pemanfaatan alokasi DBHCHT dibidang penegakan hukum sendiri, terdapat beberapa program yang dapat dilaksanakan.

“Diantaranya adalah melalui kegiatan operasi gempur rokok ilegal, bersama dengan APH serta Pemerintah Daerah setempat,” tambahnya.

Baca Juga:  Untuk Mencegah Penyebaran Demam Berdarah, Ini yang Dilakukan Nakes, KKP dan Koramil Panarukan

Kemudian terdapat pula kegiatan sosialisasi dan edukasi, melalui pertemuan dengan kelompok masyarakat, siaran radio, serta melalui media lainnya. Yang mana program tersebut bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat, agar tidak terlibat dengan dunia rokok ilegal, baik itu di konsumsi sendiri atau memperjual belikannya.

“Tentunya kami, Bea dan Cukai tidak dapat bekerja sendiri. Selain melakukan sinergi dengan APH atau instansi lainnya, kami juga mengharap partisipasi masyarakat untuk menyebarluaskan informasi bahaya rokok ilegal kepada keluarga, tetangga, atau teman terdekatnya. Agar tidak sampai terjerumus ke dalam rokok ilegal ini,” pungkasnya

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng
‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:31 WIB

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru