127 Orang Menjadi Korban dalam Kericuhan di Stadion Kanjuruhan. Gus Muhaimin, Hentikan

- Penulis

Minggu, 2 Oktober 2022 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar

Dapurrakyatnews – Korban jiwa dalam kericuhan suporter, antara Arema Malang dengan Persebaya Surabaya sabtu (1/10) mencapai 129 orang. Selain itu, saat ini masih ada ratusan orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit, mulai dari RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, dan beberapa rumah sakit di Kota Malang.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), menyampaikan keprihatinan sekaligus duka yang mendalam, atas insiden kelam yang terjadi di Stadiun Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Duka mendalam, atas tragedi sepak bola di Kanjuruhan Malang yang merenggut korban jiwa. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Kami menyampaikan duka yang mendalam atas insiden ini,” ujar Gus Muhaimin, dikutip dari akun Twitter @cakiminnow, Minggu (2/10/2022).

“Wahai jiwa jiwa yang tenang, kembalikan kepada Tuhanmu yang meridhoi,” ungkapnya.

Baca juga : Kronologi Kerusuhan Pasca Pertandingan Arema FC Vs Persebaya yang Menewaskan 127 Orang

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan bahwa, sepak bola tidak boleh lagi mengakibatkan kita kehilangan rasa kemanusiaan. Jiwa harus dijaga,

Menurutnya, tragedi Sabtu malam itu menjadi duka bagi bangsa ini. “Indonesia berduka, sepakbola menjadi tragedi,” katanya.

Karena itu, Gus Muhaimin meminta agar PSSI sebagai otoritas yang bertanggungkawab, dalam ajang sepak bola di Tanah Air melakukan evaluasi secara total.

“Hentikan! hentikan dengan menyiapkan semuanya secara baik,
dan terencana. Hentikan kebodohan kita, tidak ada pertandingan sepakbola yang sebanding dengan sebuah nyawa,” tuturnya.

Gus Muhaimin juga meminta Kepolisian, mengusut kemungkinan adanya kesalahan prosedur dalam penanganan chaos, yang terjadi di lapangan. Ini persoalan serius yang harus diusut.

“Apakah banyaknya jumlah korban jiwa ini akibat kelalaian petugas di
lapangan, dalam penanganan chaos atau karena sebab lain,” imbuhnya

Dalam hal penggunaan gas air mata saat menangani kericuhan suporter bola, sesuai Pasal 19 b dalam aturan FIFA soal pengamanan dan keamanan di stadion, FIFA melarang membawa dan menggunakan senjata api, atau gas pengendali massa atau gas air mata.

“Kalau benar aturan FIFA tidak boleh ada gas air mata, aneh kalau
pihak keamanan tidak paham standar aturan yang ada, maka ini harus diusut tuntas. Jangan sampai ke depan kasus serupa terjadi lagi,” katanya.

Gus Muhaimin juga meminta PSSI, untuk mengevaluasi total pelaksanaan Liga 1. Selain soal pengamanan, apakah kericuhan penonton yang terulang lagi ini juga karena ketidaksiapan panitia pelaksana pertandingan atau sebab lain. “Ini harus dievaluasi,” pungkasnya.

Diketahui, kericuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, usai duel Arema Malang dengan Persebaya Surabaya pada Sabtu malam. Ribuan suporter tuan rumah ngamuk dan masuk ke lapangan, usai tim kesayangan mereka dibantai tim tamu dengan skor 2-3.

Aparat gabungan Polri dan TNI kemudian menghalau penonton, agar keluar lapangan. Dalam proses penanganam kericuhan tersebut, petugas juga menyemprotkan gas air mata.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebut korban yang meninggal di rumah sakit, mayoritas nyawanya tak tertolong karena sudah dalam kondisi memburuk, setelah kerusuhan yang terjadi. Mereka mayoritas mengalami sesak napas, dan terjadi penumpukan massa sehingga terinjak-injak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba
Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf
Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan
AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang
Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan
74 Kepala SD Negeri di Sumenep Terima SK Periode Kedua, Kadisdik Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan
2 Ruko di Kudo-kudo Inderapura Hangus Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai Ratusan Juta
Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Sumenep Lantik Kepala Inspektorat Baru

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:22 WIB

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:44 WIB

Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan

Berita Terbaru

AKBP Anang Hardiyanto saat memasuki Halaman Mapolres Sampang saat acara Sertijab Kapolres Sampang, pada Rabu (29/7/2026).

Berita

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:23 WIB