Home / Tak Berkategori

Nekat Panjat Tower Tegangan Tinggi, Kapolsek : Sayang Ayo Turun

- Editorial Team

Rabu, 19 Januari 2022 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Tenayan Raya Kompol Manapar Situmeang. Foto : Tangkapan layar Instagram Divisi Humas Polri

Kapolsek Tenayan Raya Kompol Manapar Situmeang. Foto : Tangkapan layar Instagram Divisi Humas Polri

Pekanbaru, Dapurrakyatnews – Aksi nekat Julidar (40) seorang ibu rumah tangga, warga Jalan cinta Budi, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Kulim Pekanbaru, Riau. Nekat memanjat menara sutet tegangan 150.000volt, dengan ketinggian 40 meter

Aksi Julidar diketahui memanjat tower SUTET yang ada sekitar Perum Hangtuah Cipta Residence Jalan Cinta Budi RT 02 RW 11 Kelurahan Mentangor Kecamatan Kulim, Senin (17/1/2022) sekitar pukul 05.10 WIB.

Baca Juga:  Diduga Depresi, Ibu Rumah Tangga Akhiri Hidup dengan Palu

Segala upaya telah dilakukan, untuk merayu Julidar agar turun. Namun ucapan suami, hingga teriakan warga pun tak dihiraukan. Julidar mau turun dari atas tower SUTET PLN bertegangan 150.000 volt tersebut, asalkan Pak Polisi mau berteriak sayang kepadanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diduga depresi Julidar nekat memanjat tiang sutet. 

Sontak Kapolsek Tenayan Raya Kompol Manapar Situmeang, melalui pengeras suara (toa) mengucapkan apa yang menjadi keinginan Julidar.
“Sayang ayo turun, sayang ayo turun,” Bujuk Kapolsek, diikuti suara masyarakat yang bersorak.

Baca Juga:  Aksi Penjambretan terhadap Ibu Rumah Tangga berhasil Digagalkan Anggota Kepolisian

Mendengar kata sayang dari Kapolsek Tenayan Raya, membuat Julidar luluh. Petugas Damkar dan Basarnas Pekanbaru yang telah bersiaga, langsung bergerak cepat naik ke atas tower untuk mengevakuasi. Julidar pun berhasil diturunkan petugaa, dengan cara digendong petugas.

Baca Juga:  Diduga Jadi Pengedar Sabu, IRT di Pesisir Selatan Ditangkap Polisi 

Lihat video nya disini

Kompol Manapar mengatakan proses evakuasi memakan waktu lama hingga tiga jam. Ini karena Julidar menolak untuk turun.

“Butuh tiga jam evakuasi dengan menerjukan petugas dari Damkar dan Basarnas Pekanbaru,” ujarnya.

Aksi nekat Julidar bukan kali pertama dilakukan, akibat depresi yang dialaminya ibu rumah tangga ini diketahui sudah tiga kali melakukan aksi panjat tower.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Sabu, Dua Pria di Kecamatan Kota Sumenep Diamankan Polisi
Tragis! Nelayan Camplong Sampang Tewas Bersimbah Darah, Diduga Diserang OTK
Bapenda Sumenep: Manfaatkan Peluang Keringanan PBB-P2, Ingat Jatuh Temponya ‎
Pemkab Sumenep Peringati HUT ke-65 Gerakan Pramuka, Dorong Pramuka Aktif Dukun Ketahanan Pangan dan Lingkungan
Bapenda Sumenep: Penghapusan Denda PBB-P2 Bentuk Kepedulian Pemerintah Daerah kepada Masyarakat
Raih Penghargaan MNV 2026, Kepala Bappeda Sumenep: Jangan Cepat Puas, Jadikan Energi Baru
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Bappeda Sumenep Ajak Pramuka Perkuat Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:36 WIB

Kasus Sabu, Dua Pria di Kecamatan Kota Sumenep Diamankan Polisi

Kamis, 10 September 2026 - 14:26 WIB

Tragis! Nelayan Camplong Sampang Tewas Bersimbah Darah, Diduga Diserang OTK

Kamis, 10 September 2026 - 10:37 WIB

Bapenda Sumenep: Manfaatkan Peluang Keringanan PBB-P2, Ingat Jatuh Temponya ‎

Kamis, 10 September 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Sumenep Peringati HUT ke-65 Gerakan Pramuka, Dorong Pramuka Aktif Dukun Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Rabu, 9 September 2026 - 16:49 WIB

Bapenda Sumenep: Penghapusan Denda PBB-P2 Bentuk Kepedulian Pemerintah Daerah kepada Masyarakat

Berita Terbaru