Berita  

2 Orang Pengusaha Asal Negeri Tirai Bambu Kunjungi fasilitas Pembenihan dan Produksi milik Balad Grup

Balad

Dapurrakyatnews – Dua pengusaha asal China dan Singapura melakukan kunjungan survei ke fasilitas milik Balad Grup di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung proses produksi, dan pembenihan yang dikelola oleh perusahaan tersebut.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Senin, 17 Februari 2025, para pengusaha menyatakan minat mereka untuk membeli Benih Bening Lobster (BBL) serta hasil budidaya lainnya, termasuk lobster, kerapu, kerang, teripang, anggur laut, rumput laut, dan udang kipas (LOKETARU) yang dikelola oleh PT Bandar Laut Dunia (Balad Grup).

Sebanyak delapan pengusaha dari China dan lima pengusaha dari Singapura, tiba di Kabupaten Situbondo dan disambut langsung oleh pemilik Balad Grup, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, beserta jajaran direksi dan manajemen perusahaan.

Mereka diajak mengunjungi hatchery, gudang produksi kerambah, serta lokasi pembenihan untuk memahami lebih dalam sistem budidaya yang diterapkan.

Menurut HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, seluruh biaya akomodasi dan perjalanan para pengusaha tersebut ditanggung olehnya. Ia mengundang mereka secara khusus, agar dapat melihat langsung perkembangan usaha budidaya lobster yang tengah berlangsung di Situbondo dan Teluk Kangean, Sumenep.

“Kedatangan para pengusaha ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi sebagai bentuk transparansi dan pembuktian bahwa usaha budidaya lobster yang kami jalankan memiliki potensi besar. Kami ingin menunjukkan bahwa cicit Ken Arok bukan pengusaha yang hanya mengumbar janji tanpa bukti,” ujar Haji Lilur, sapaan akrabnya. Kamis (20/2/2025).

Lebih lanjut, Haji Lilur menjelaskan bahwa Balad Grup telah memproduksi 10 ribu kerambah dan akan terus mengembangkan bisnisnya, dengan memberdayakan para pengrajin mebel di Kabupaten Situbondo untuk membuat kerangka kerambah.

“Tujuan utama kami dalam budidaya lobster ini bukan semata-mata keuntungan pribadi, tetapi juga demi kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan Indonesia sebagai Raja Lobster Dunia,” tegasnya.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan dapat membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing industri perikanan Indonesia di kancah global.

Exit mobile version