Situbondo Kirim Pulang Warga Ra’as Yang Terkonfirmasi Reaktif

Situbondo Kirim Pulang Warga Ra'as Yang Terkonfirmasi Reaktif
Antri Pasien Covid-19 Di RSUD Abd. Rahem Situbondo [photo/muchsin]

SUMENEP, DapurRakyatNews – Sebanyak lima orang dari 114 orang asal Bumi Adirasa terkonfirmasi reaktif Covid-19 saat tes rapid antigen di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur.

Subscribe 👉 Dapur Rakyat News TV 

Penyebaran Virus Covid-19 kembali meningkat dengan ditemukannya varian baru yang diberi nama Varian Delta, membuat sejumlah Pemerintah Daerah di Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan. Termasuk Pemerintah Kabupaten Situbondo, yang menerapkan prosedur tes rapid antigen terhadap orang yang masuk dan keluar Situbondo.

DapurRakyatNews menerima informasi dari Kabiro (Kepala Biro) di Situbondo, Mochsin Zubaidi bahwa, terdapat lima orang asal Ra’as yang terkonfirmasi reaktif. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan tes rapid antigen terhadap 114 orang calon penumpang kapal Fery (17/6) yang akan berangkat dari Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Ra’as.

Baca Juga : Dinilai Tidak Profesional, Oknum Polsek Ra’as Dilaporkan Ke Propam

“Kelima orang reaktif tersebut tidak diisolasi di Situbondo karena tingkat okupansi tempat tidur rumah sakit di Situbondo bagi pasien Covid-19 sangat tinggi. Sehingga sudah tidak mencukupi.” Ungkap Mochsin.

Sebanyak 109 orang calon penumpang yang menunjukkan hasil non reaktif, tetap diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju Ra’as. Seperti yang disampaikan Tri Wahyono, Satgas Covid-19 Kecamatan Jangkar. “Untuk 109 orang lainnya diberangkatkan seperti biasa menggunakan kapal Fery,” ujarnya.

Camat Ra’as Agus Suprayogi, yang juga sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Ra’as, memberikan keterangannya tentang kondisi ketiga orang yang telah berada di Ra’as kepada awak media via sambungan seluler.

Baca Juga : Bacakades Terkonfirmasi Positif, Satgas Covid-19 Sumenep Abai

“Dari lima orang yang reaktif hanya tiga yang berada di Ra’as. Sementara yang dua memutuskan kembali ke Prigi Tulungagung atas pertimbangan pribadi.” Terangnya.

Menurut Agus, satu orang asli Gowa-gowa kini berada di rumah isolasi yang telah disiapkan oleh Kecamatan Ra’as, sementara yang dua orang asal Brakas melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Di akhir perbincangan, Camat Ra’as mengatakan bahwa awalnya pihak Satgas Covid-19 Kecamatan Ra’as sempat mengalami kesulitan untuk menyediakan rumah isolasi, karena masyarakat yang menolak.

Baca Juga : Bermasalah Saat Nyalon Kades Sapeken, Tidak Saat Menjadi BPD

“Tetapi Alhamdulillah setelah kita berikan penjelasan, kita dapat menyiapkan rumah isolasi bagi masyarakat Ra’as yang terkonfirmasi reaktif,” Pungkasnya.

Exit mobile version