Berita  

PUTR Sumenep Bentuk Satgas Khusus Menangani Banjir dan Infrastruktur

Kepala Dinas PUTR Sumenep, Ir. Eri Susanto. MS.i,

Dapurrakyatnews – Dalam upaya meningkatkan respons cepat terhadap persoalan infrastruktur dan bencana, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang memiliki fungsi khusus sesuai bidangnya.

Pembentukan satgas ini bertujuan untuk memastikan penanganan yang lebih terarah, cepat, dan efisien terhadap persoalan teknis yang kerap dihadapi di wilayah Kabupaten Sumenep, terutama saat musim hujan yang rawan banjir.

Kepala Dinas PUTR Sumenep, Ir. Eri Susanto. MS.i, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengorganisir tiga kelompok Satgas berdasarkan fungsi dan wilayah kerjanya, yaitu:

*Satgas Merah, yang memiliki tugas utama membersihkan jalur drainase agar aliran air tetap lancar dan tidak tersumbat sampah maupun lumpur.

*Satgas Hijau, yang fokus pada pembersihan Kali Marengan sebagai salah satu sungai besar yang berperan penting dalam sistem drainase kawasan.

*Satgas Kuning, yang menangani perbaikan jalan, termasuk penambalan lubang, perbaikan badan jalan rusak, serta pemeliharaan akses jalan yang terdampak banjir.

Saat ini, ketiga satgas tersebut tengah dikerahkan secara intensif, untuk menanggulangi banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Sumenep beberapa waktu lalu. Meskipun curah hujan mulai menurun, potensi banjir masih cukup tinggi mengingat kondisi drainase dan tanggul di beberapa wilayah masih dalam tahap penanganan.

“Wilayah yang terdampak paling parah saat ini berada di perbatasan Desa Nambakor dan Patean, serta di Desa Kebunagung,” ungkap Eri.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air maupun bantaran sungai, karena kebiasaan ini menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir.

“Saluran air itu bukan tempat sampah, tapi jalur vital untuk aliran air hujan. Jika tersumbat, air meluap dan banjir pun tak bisa dihindari,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kerusakan tanggul di Kali Anjuk, Desa Kebunagung, yang beberapa kali jebol karena ulah sebagian warga yang melubangi tanggul untuk memasukkan pipa guna keperluan air di musim kemarau. Eri mengingatkan bahwa tindakan ini sangat berisiko karena melemahkan struktur tanggul.

“Jika ingin mengambil air, gunakan pompa dari atas tanggul, jangan melubangi tanggul, karena saat hujan deras, lubang-lubang itu menjadi titik rawan jebol,” ujarnya.

Pembentukan Satgas PUTR ini menjadi langkah strategis Pemkab Sumenep untuk membangun sistem penanganan infrastruktur yang lebih tanggap, profesional, dan kolaboratif.

Keberadaan satgas ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan saat terjadi bencana, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pemeliharaan infrastruktur jangka panjang yang berkelanjutan.

Exit mobile version