SURABAYA, DapurRakyatNews – Ulang tahun Kepala Daerah Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang digelar di rumah dinasnya, Surabaya, Rabu (19/05) malam. Mengulang kembali perasaan masyarakat yang merasa tersakiti oleh ‘tingkah’ orang-orang berkuasa.
Pandemi Covid-19 belum berlalu dari negeri kita tercinta, beberapa pembatasan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, dibatasi oleh pemerintah. Dengan tujuan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 yang sempat menggila beberapa waktu terakhir.
Tetapi yang kerap terjadi, pelarangan untuk segala jenis aktifitas yang dapat menyebabkan masyarakat berkerumun, hanya berlaku bagi masyarakat umum, tidak berlaku pada pejabat.
Viral di berbagai media sosial video pesta ulang tahun Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang ke-56. Acara pesta ulang tahun Khofifah itu memperlihatkan sejumlah orang berkerumun sambil bernyanyi bersama.
Baca Juga : Takbir Keliling Dilarang Orkes Dangdut Jalan Terus
Pesta yang digelar di sebelah timur Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu malam tersebut, tak ayal menuai kritik dari masyarakat. Salah satunya datang dari Moch. Faruk, pioneer relawan Jokowi di Jawa Timur.
Kemudian Faruk juga menyampaikan harapannya kepada Tim Satgas Covid-19 Jatim, agar bisa memproses kegiatan tersebut ke ranah hukum.
“Paling tidak saya harapkan kepada Tim Satgas Covid-19 Jatim, agar bisa menarik acara tersebut ke ranah hukum. Karena Gubernur sebagai pemimpin dan figur publik harus memberikan contoh yang baik.” Tegas Faruk.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan yang membawahi Humas Pemprov Jatim, Agung Subagyo membenarkan bahwa ada acara tersebut.
“Itu acara internal OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Yang ikut staf dan kepala dinas. Semua juga sudah rutin diswab. Dhaharnya (makannya_red) juga catering langganan Grahadi yang sudah dipastikan kesehatannya,” ujarnya.
Agung menambahkan, acara bertajuk ulang tahun itu dipastikan sesuai dengan protokol kesehatan. Dia juga menyampaikan kalau para OPD yang diundang tidak banyak, hanya sekitar 30 orang saja.
Dikutip dari law-justice.co Ketika masuk ke lokasi acara tanpa ada pemeriksaan sama sekali. Seperti pemeriksaan suhu menggunakan Thermo Gun, atau demikian halnya untuk diarahkan cuci tangan terlebih dahulu.
Sementara dilansir dari medcom.id, Plh. Sekdaprov Heru Tjahjono mengeklaim dalam pelaksanaannya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) super ketat. Di samping itu, Kepala OPD Pemprov Jatim yang ikut hadir selama ini secara rutin, maksimal sebulan sekali melakukan tes swab PCR, dan saat ini tidak ada yang terkonfirmasi Covid-19.
“Apalagi semuanya juga sudah menuntaskan vaksinasi Covid-19 sebanyak dua kali,” katanya.
Baca Juga : Ra’as Foundation Lounching Perdana Jum’at Berkah
Pewarta : Faldy Aditya
Editor : Ferry Saputra
