SUMENEP, DapurRakyatNews – Sejumlah Masyarakat yang ingin mendapatkan perawatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, rela menempati tempat seadanya.
Bangunan gedung yang hanya tinggal bangunan belakang berukuran 6×9 meter ruangan untuk pasien, sedangkan kantor untuk Tenaga Medis tidak ada.
Sedangkan bangunan sebelumnya yang dibangun diatas tanah bertempat di Desa Banbaru Pulau Giliraja, sudah ambruk tinggal puing bangunan yang dibangun pada tahun 2013.
Aktivis Sosial Giliraja Davit Pargianto, mendesak agar Pustu Giliraja secepatnya dibangun supaya masyarakat setempat juga merasakan fasilitas yang nyaman dan diperlakukan sama dengan masyarakat daratan Sumenep.
“Sejak dulu saya sudah sering mengusulkan saat musrenbangcam Kecamatan Giligenting, bahwa Pustu di Giliraja sangat tidak layak, dan secepatnya dibangun,” Sergah Davit dengan nada emosi saat dikonfirmasi DapurRakyatNews, Rabu (08/04/2021).
Lanjut Davit sapaan akrabnya, dulu warga Pulau Giliraja sempat gembira mendengar kabar bahwa Pustu di Pulau tersebut akan dibangun di Tanah Percaton Desa Banbaru.
Pasalnya hal tersebut sempat disureview oleh salah satu Petugas Dinas Kesehatan dan Bajakan Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, saat meresmikan Kampung Tangguh di Desa Lombang Tahun 2020 lalu. “Namun realisasinya sampai saat ini belum ada riak-riak akan dibangun,” Ujarnya.
Hal Senada juga disampaikan oleh Moh. Zinal Zigit kepala Desa Banbaru, juga membeberkan bahwa pada saat Bupati Sumenep A. Busyro Karim beserta Forkompinda meresmikan Kampung Tangguh di Desa Lombang 2019 lalu, Juga sempat meninjau Pustu Giliraja yang hampir ambruk.
Setelah puas melihat bangunan Pustu, A. Busyro Karim dengan digonjeng oleh Kepala Desa Banbaru bergeser menuju lokasi Tanah Percaton yang rencananya akan dibangun Puskesmas Pembantu.
Pihak Pemerintah Desa Banbaru juga berharap agar postu di Pulau Giliraja segera dibangun.
“Iya betul mas pada tahun 2020 lalu, saat Kyai Busyro Launching Kampung Tangguh di Desa Lombang Sempat melihat-lihat Pustu yang sudah hampir ambruk dan sekarang sudah ambruk.
Setelah itu kami pihak Desa mengusulkan agar pembangunan Pustu Giliraja dibangun di tanah Percaton milik Desa Banbaru jika boleh, kalau tidak boleh saya selaku Kades Banbaru siap akan nenghibahkan tanah saya untuk pembangunan Pustu.
Karena Desa Banbaru adalah jantung kota Giliraja, saya menginginkan Pustu Giliraja dibangun di tengah-tengah Pulau Giliraja. Tolong kepada teman-teman Media dan Aktivis agar hal ini dikawal, kasihan Masyarakat Giliraja yang ingin mendapatkan perawatan di Pustu,” Jelas Pak Kades yang terkenal gaul ini.
Adi Mulyono, Kepala Puskesmas Giligenting saat dikonfirmasi oleh Media DapurRakyatNews, mengaku Bahwa di Tahun 2020 Pustu Giliraja telah diusulkan melalui Musrenbangcam Kecamatan Giligenting.
“informasinya sudah teranggarkan di Tahun 2021 akan tetapi terkendala lahan sehingga kami masih mengupayakan agar Pustu Giliraja bisa dibangun,” Pungkas pak kapus Giligenting.
Baca Juga : Saldo Kosong, KPM Bansos Menjerit Pilu
Pewarta: Puja
Editor: Tim J.P.K.P
Publisher: Pemred
#PerjuanganTanpaBatas
