Berita  

Abrasi di Kepulauan Tak Kunjung Ada Solusi, Pemkab Jangan Tutup Mata

Abrasi di Kepulauan Tak Kunjung Ada Solusi, Pemkab Jangan Tutup Mata

SUMENEP, DapurRakyatNews – Dengan semaraknya pemberitaan di media dalam sepekan ini, mengenai terjadinya Abrasi di Pulau Talango Aeng, Desa Brakas, Kecamatan Ra’as, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur.

Terjadinya Abrasi di pulau tersebut, kian hari semakin mengkhawatirkan masyarakat yang bermukim di area pesisir, yang mana kini sudah mulai pindah meninggalkan pemukimannya, dikarenakan sudah berjarak 3 sampai 5 meter ke bibir pantai.

Menurut Mas’awi Rois Maulana, aktivis Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P) Kecamatan Ra’as melalui sambungan telpon mengatakan ke media DapurRakyatNews terkait Abrasi, bahwa kondisi saat ini Pulau Talango Aeng sangat memprihatinkan, Selasa (16/02/2021).

“Akibat terjangan ombak, bibir pantai saat ini sudah semakin mendekat ke pemukiman warga, antara 3 sampai 5 meter, kami kawatirkan dalam waktu dekat cuaca angin barat ini akan menyeret rumah warga di sekitar lokasi yang terdampak abrasi,” kata Mas’awi.

Menurut Mas’awi, Sehubungan tidak adanya respon dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, akhirnya warga setempat pun melakukan giat bakti membangun tangkis laut seadanya guna pencegahan meluasnya abrasi.

“Walau warga sekitar sudah bergotong royong membuat tangkis penahan gelombang seadanya, Tapi itu percuma, karena sifatnya sementara, dan saya berharap situasi ini ada perhatian dari pemerintah,” Terangnya.

Pada akhirnya, seruan Mas’awi melalui beberapa media mendapatkan respon dari anggota DPRD Kabupaten Sumenep (Komisi 3) Fraksi Partai Demokrat, H. Zainurrahman.

Saat Awak media silaturahmi ke kantornya, sebagai Wakil Rakyat dapil 7 asal Kecamatan Gayam, Pulau sepudi, dirinya menyatakan siap membantu persoalan abrasi yang mengkhawatirkan warga Kepulauan Talango Aeng.

“Kami siap untuk mengawal itu, cuman yang jadi persoalan mengenai kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep seperti apa,” Kata H. Azet panggilan akrabnya, dengan nada bertanya.

Menurutnya, kalau harus berharap dengan APBD ada sistem yg mengatur, tapi disisi lain Pemerintah tidak boleh tutup mata, karena ada Dana Anggaran Bencana atau Tanggap Darurat yang paling memungkinkan untuk digunakan, karena penggunaanya tidak dibatasi oleh Regulasi dari sisi waktu pencairannya.

“Kalau itu sekiranya sangat membahayakan, bisa digunakan Dana Tanggap Darurat, tinggal sekarang apakah hal ini menjadi perhatian pemerintah, walupun menurut saya ini wajib karena menyangkut keselamatan jiwa masyarakat.

Sementara kalau kita berharap kepada APBD harus menunggu lama, untuk langkah cepatnya pembangunan tangkis laut itu, ya harus menggunakan Anggaran Tanggap Bencana,” Tegasnya.

Segenap anggota J.P.K.P Kabupaten Sumenep khususnya perwakilan kepulauan, Sahabat Misbahol Munir mengapresiasi respon H. Zainurrahman, atas kesiapannya membantu dan mengawal peristiwa yang menimpa warga Polo Talango Aeng.

“Sebagai wakil rakyat, memang seharusnya lah mendengar jeritan dan keluh kesah masyarakatnya, apalagi beliau berasal dari dapil 7 yg meliputi Kecamatan Gayam, Kecamatan Nonggunong, Kecamatan Masalembu dan Kecamatan Ra’as.

Bukan hanya saat musim Pileg butuh masyarakat, tapi sebagai Wakil Rakyat harus selalu ada dan hadir bersama Masyarakat,” Ujar Misbahol anggota J.P.K.P asal Sepudi.

Masih Misbahol, “Yang saya tidak habis fikir, di Kecamatan Ra’as kan ada 2 (dua) Orang anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Yang seharusnya lebih responsif, masa ia mereka tidak tahu dengan ramainya pemberitaan tentang Abrasi di daerahnya sendiri,” Pungkasnya.

|BACA : Akibat Sengketa Pilkada di MK, Pelantikan Bupati/Walikota Diundur

Reporter: Akhmadi
Editor: Team J.P.K.P
Publisher: Pemred
Salam Perjuangan Tanpa Batas

Exit mobile version