SUMENEP, DapurRakyatNews – Sudah sejak tiga hari lalu, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengisolasi pasien positif Covid-19 asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Baca Juga : Bandel, J.P.K.P Minta Pemkab Serius Kelola Kota Keris
Beberapa hari pasca lebaran, terjadi lonjakan pasien Covid-19 di Jawa Timur termasuk empat kabupaten di Pulau Madura. Yakni Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan serta Kabupaten Sumenep.
Kabupaten Bangkalan menjadi daerah dengan kenaikan pasien Covid-19 terbanyak di Madura. Perhari Senin (14/6), kabupaten tepat Jembatan Suramadu berada ini, jumlah pasien positif sejumlah 2.244, termasuk penambahan sebanyak 322 orang terkonfirmasi sejak lebaran lalu.
UOBK RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan pun sempat berkirim surat kepada Bupati Bangkalan untuk memohon ijin menutup sementara layanan IGD-nya selama 3 hari, karena peningkatan kasus yang signifikan dan adanya Nakes (Tenaga Kesehatan) terkonfirmasi positif covid-19 dan meninggal dunia.
Baca Juga : Bupati Sumenep; Covid-19 Jangan Dianggap Remeh
Beberapa rumah sakit di Surabaya akhirnya memberikan dukungan dan menerima rujukan pasien Covid-19. Diantaranya adalah RSUD Dr. Soetomo, RSU Universitas Airlangga, RSU Haji Surabaya, RSU PHC, RSU Adi Husada Undaan dan juga RSU Al Irsyad.
Kabar mengejutkan datang dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, yang ternyata juga sedang melakukan isolasi terhadap sepasang suami istri yang berasal dari Bangkalan. Seperti yang disampaikan salah satu Nakes yang bertugas disana kepada Dapur Rakyat News, yang tidak kami sebutkan namanya.
Menurut Nakes RSUD dr. H. Moh. Anwar, sudah 3 hari ini ada 2 orang warga Bangkalan yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua orang itu merupakan pasangan suami istri, dimana si istri sedang dalam kondisi hamil. Mereka berdua beralasan ke Sumenep, untuk mengunjungi mertua.
“Alasannya kesini main, silaturahmi ke mertua. Sudah tahu dari sana (dari Bangkalan_red) sudah sesak, batuk, panas, pilek sudah 3 hari. Tetap main kesini (ke Sumenep_red).” Ujar Nakes tersebut.
Baca Juga : Beredar Video Aktivis Potong Ayam di Kantor DPRD Sumenep
Ahmad Junaidi, warga Sumenep yang juga pengurus Parpol (Partai Politik) berlambang pohon beringin, menanggapi mengenai adanya pasien Covid-19 asal Bangkalan di Sumenep.
“Jangan mengundang beban kekhawatiran mendalam ditengah kita semua masyarkat Sumenep berjuang melawan Covid-19. Malah deteksi dan penanganan yang terkesan mengentengkan dipertontonkan,” Tukas Jun.
Tentu saja keberadaan sepasang suami-istri asli Bangkalan yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi di RSUD dr. H. Moh. Anwar. Mengundang kecemasan masyarakat Sumenep akan berkembangnya klaster baru.
Sementara itu di tempat terpisah, Agus Junaidi Ketua DPD J.P.K.P Sumenep ikut memberikan komentarnya terkait kabar tersebut.
“Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep harus segera gerak cepat, dengan melakukan tracking kontak erat warga yang berhubungan langsung dengan pasangan suami istri pasien asal Bangkalan yang Terkonfirmasi Covid-19. Kepada siapa saja pasangan suami istri ini melakukan kunjungan keluarga selama berada di Sumenep.” Tegasnya.
Baca Juga : Diduga Tanpa IPAL, Tambak Udang Disoal LSM Penjara
Di akhir perbincangan, aktivis yang kerap melakukan aksi sosial ini menuturkan bahwa hal tersebut harus segera dilakukan. Karena dengan mengetahui riwayat kunjungan mereka, Pemkab Sumenep dapat mendeteksi lebih awal agar dapat mencegah penyebaran Covid-19.
Dalam kunjungannya ke Sumenep (13/6) bersama Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, sempat memuji pengendalian Covid-19 di Sumenep sangat baik.
