Home / Tak Berkategori

Pembudidaya Ikan Kerapu Menjerit Minimnya Pembeli selama Pandemi

- Editorial Team

Senin, 20 September 2021 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budidaya Ikan kerapu di Tanjungpinang banyak yang mengeluh dan menjerit, dikarenakan sepinya pembeli dari rumah makan seafood.

Budidaya Ikan kerapu di Tanjungpinang banyak yang mengeluh dan menjerit, dikarenakan sepinya pembeli dari rumah makan seafood.

Tanjungpinang, Dapurrakyatnews – Pelaku Budidaya Ikan kerapu di Tanjungpinang banyak yang mengeluh dan menjerit karena merugi dikarenakan sepinya pembeli dari rumah makan seafood.

Salah satunya pemilik Budidaya ikan Maju Mandiri di Madong, Hamzah mengatakan, penjualan ikan hasil budidaya miliknya menurun drastis dan mengalami kerugian yang besar.

“Selama Pandemi ini penjualan ikan di keramba milik kami sepi. karena restoran juga sepi pengunjung,” ucap Hamzah, Minggu (19/9/2021).

Selama Pandemi Covid 19, pendapatan para nelayan budidaya ikan Kerapu menurun drastis

Hamzah menyampaikan, untuk harga jual ikan juga sudah turun sejak pandemi, dan penjualan pun tetap sepi. ini membuat para kelompok budidaya ikan mengeluh dan menjerit.

Biasanya sebelum pandemi, penjualan ikan kerapu dan ikan kakap di keramba miliknya lumayan dan juga melakukan ekspor ke luar daerah Hingga luar negeri.

“Sekarang semuanya hancur, penjualan sepi, ekspor tidak ada lagi. sedih juga mau di ceritakan,” keluhnya.

Baca Juga:  Efek Pandemi Covid 19, Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Meningkat

Sekarang ini pembeli masih ada namun pesanannya tidak banyak seperti biasa, dikarenakan Penjualan di Rumah makan seafood juga sepi.

“Mereka hanya pesan beberapa kilo saja untuk persediaan stok di rumah makannya,” ujar Hamzah.

Lanjut Hamzah, selain karena sepinya pembeli dari restoran dan rumah makan seafood. keramba miliknya juga berkurang jumlah ikannya.

Keramba miliknya, dilanda bencana pada awal tahun 2021. dimana hujan berkepanjangan yang membuat banjir dimana-dimana.

Baca Juga:  ICW Minta Penegak Hukum Untuk Mengusut Tidak Berfungsinya Videotron

itu juga melanda keramba para pembudidaya ikan di Kampung Madong, Keramba milik mereka hanyut dibawa arus yang deras, dan iklan nya banyak yang lepas.

“Saat ini para kelompok budidaya ikan di madong hanya mengelola dan merawat ikan yang ada saja, setelah di landa bencana banjir kemarin,” tuturnya.

Untuk melanjutkan budidaya dari bibit tidak bisa, karena biaya untuk beli bibit lumayan mahal dan bantuan bibit dari pemerintah juga tidak ada selama pandemi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara
Pemkab Sumenep Lantik 55 ASN untuk Isi Jabatan Administrator dan Pengawas, Ini Daftarnya
Peduli Kesehatan, RS BHC Sumenep Berikan Pemeriksaan Mata Gratis bagi Purnawirawan Polri dan Pensiunan ASN
‎Pimpin Rapat Bamus, M. Syukri Pastikan Agenda Paripurna Raperda Berjalan Sesuai Tahapan
DPRD Sampang Gelar Paripurna Pengesahan APBD Perubahan 2026, Ini Agenda Strategisnya
‎Bupati Sumenep Minta Perusahaan Beri Kesempatan Proporsional bagi Tenaga Kerja Lokal ‎
Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Pantai Pakandangan Barat, Identitas Masih Misterius

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Sabtu, 26 September 2026 - 18:26 WIB

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Jumat, 25 September 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Sumenep Lantik 55 ASN untuk Isi Jabatan Administrator dan Pengawas, Ini Daftarnya

Kamis, 24 September 2026 - 11:31 WIB

Peduli Kesehatan, RS BHC Sumenep Berikan Pemeriksaan Mata Gratis bagi Purnawirawan Polri dan Pensiunan ASN

Kamis, 24 September 2026 - 08:53 WIB

‎Pimpin Rapat Bamus, M. Syukri Pastikan Agenda Paripurna Raperda Berjalan Sesuai Tahapan

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB