Home / Tak Berkategori

Peningkatan Manajemen Bisnis Melalui UMKM Terdampak COVID-19 di Desa Tanjung

- Editorial Team

Selasa, 31 Agustus 2021 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ajeng Sakina saat berada dirumah pelaku UMKM Desa Tanjung Kecamatan Saronggi

Ajeng Sakina saat berada dirumah pelaku UMKM Desa Tanjung Kecamatan Saronggi

Sumenep, Dapurrakyatnews – Program Kuliah Kerja Nyata, KKN Back to Village periode III yang diselenggarakan oleh Universitas Jember kembali digalakkan sebagai wadah mahasiswa dalam meningkatkan kreativitas sehingga mampu memberikan manfaat nyata pada sasaran terdampak covid-19.

Adanya covid-19 memberikan dampak diberbagai sektor, seperti pertanian, perdagangan, kegiatan ekspor impor dan lainnya. Beberapa dampak nyata dari adanya covid-19, seperti penurunan pendapatan, mempersempit lapangan pekerjaan, peralihan gaya hidup dan lainnya.  Sumenep (31/8/2021)

Berdasarkan permasalahan tersebut, Ajeng Sakina dari Fakultas Pertanian Universitas Jember yang tergabung dalam program KKN back to village periode III, di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memiliki beberapa tematik untuk penerapan program masing-masing mahasiswa pada sasaran yang berbeda.

“Salah satu tematik yang tersedia yaitu Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid-19,” kata Ajeng

Tujuan dari tematik tersebut untuk membantu dan mendampingi dalam perkembangan para wirausaha masyarakat, melalui inovasi dan kreativitas program yang diajukan. Sasaran yang dilakukan salah satunya kepada UMKM yang terdampak covid-19.

“Contohnya pada UMKM di Desa
Tanjung, Banyaknya pelaku usaha yang mengeluh akan dampak yang dirasakan serta kurang maksimalnya keterlibatan dari aparat desa,” terang Ajeng

Baca Juga:  Perubahan Pemasaran dan Modernisasi Kemasan Untuk Mendongkrak Penjualan

Ditempat yang sama, Yayuk pelaku UMKM Bakdabak  dan  makanan lokal yang banyak digemari oleh masyarakat, yang berada di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi, dimana usahanya merasakan dampak langsung dari covid-19

Produk kemasan UMKM Yayuk Desa Tanjung Kecamatan Saronggi

“Akibat covid-19, pendapatan saya
menjadi berkurang dan permintaan tidak menetap, sedangkan penjualan bakdabak sebelum adanya covid-19 mengalami peningkatan dalam permintaannya, ” ujar Bak Yayuk

Adanya keluhan atau permasalahan tersebut, pengembangan UMKM akan dilakukan melalui pengelolaan manajemen bisnis dan pemasaran agar kondisi usaha lebih terstruktur.
Program peningkatan manajemen bisnis pada UMKM bakdabak melalui proses pembukuan sederhana, Up-grading kemasan dan logo, serta pemanfaatan digital marketing di era pandemi.

Baca Juga:  Perubahan Pemasaran dan Modernisasi Kemasan Untuk Mendongkrak Penjualan

“Program tersebut dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari. Program kerja tersebut bertujuan agar meningkatkan nilai jual dengan pembaharuan kemasan dan logo, meningkatkan minat konsumen melalui varian sambal, pengelolaan usaha lebih terstruktur melalui pembukuan dan cakupan pembeli lebih luas melalui pemanfatan digital marketing,” tambah Ajeng

Pelaksanaan program mendapatkan respon yang baik dari pemilik UMKM Bakdabak, Output yang diharapkan ialah masyarakat sasaran dapat merasakan manfaat dari adanya program tersebut, meningkatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa dengan masyarakat sasaran serta membantu peningkatan pengelolaan potensi desa.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
‎Sumur Bor di Sumenep Semburkan Air Disertai Bau Gas, Sempat Terbakar Saat Disulut Api
Polresta Sumenep Siapkan Tiga Posko untuk Dukung Pencarian KM Virgo Transport 8
Kasus Sabu, Dua Pria di Kecamatan Kota Sumenep Diamankan Polisi
Tragis! Nelayan Camplong Sampang Tewas Bersimbah Darah, Diduga Diserang OTK
Bapenda Sumenep: Manfaatkan Peluang Keringanan PBB-P2, Ingat Jatuh Temponya ‎
Pemkab Sumenep Peringati HUT ke-65 Gerakan Pramuka, Dorong Pramuka Aktif Dukun Ketahanan Pangan dan Lingkungan
Bapenda Sumenep: Penghapusan Denda PBB-P2 Bentuk Kepedulian Pemerintah Daerah kepada Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Selasa, 15 September 2026 - 06:58 WIB

‎Sumur Bor di Sumenep Semburkan Air Disertai Bau Gas, Sempat Terbakar Saat Disulut Api

Minggu, 13 September 2026 - 20:11 WIB

Polresta Sumenep Siapkan Tiga Posko untuk Dukung Pencarian KM Virgo Transport 8

Sabtu, 12 September 2026 - 22:36 WIB

Kasus Sabu, Dua Pria di Kecamatan Kota Sumenep Diamankan Polisi

Kamis, 10 September 2026 - 14:26 WIB

Tragis! Nelayan Camplong Sampang Tewas Bersimbah Darah, Diduga Diserang OTK

Berita Terbaru