Sumenep, Dapurrakyatnews – Maraknya pembuangan sampah di pinggir laut dapat mengganggu biota laut. Selain itu, belum adanya Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di bibir pantai. Menjadi alasan utama masyarakat membuang sampah ke laut.
Limbah pasar dan limbah rumah tangga, yang dibiarkan menumpuk dipinggir pantai. menjadi pemandangan yang kurang sedap, karena berada tepat disebelah pintu masuk pelabuhan Sapudi. Minggu (3/10/2021).
Pengelola pasar Gayam dan Desa yang tidak menyediakan TPA Tempat Pembuangan akhir, menyebabkan masyarakat membuang sampahnya ke laut. Hal ini akan menjadi persoalan serius, jika kebiasaan membuang sampah ke laut tidak segera mendapatkan jalan keluar dari pihak berwenang.
Dapurrakyatnews yang berada di lokasi, menyayangkan kebiasaan masyarakat membuang sampah ke laut. Apalagi tempat pembuangan sampah tersebut, berdekatan dengan pintu masuk Pelabuhan Sapudi. Karena keberadaan sampah berpotensi sebagai perusak pemandangan, maupun perusak ekosistem laut secara keseluruhan.
Kepala Desa Gayam melalui Sekretaris Desa Raihanna mengatakan, Sebenarnya pemerintah Desa Gayam sudah berencana untuk membuat Tempat Pembuangan Sampah.
“Namun Alhamdulillah Desa Gayam, menurut informasi yang Desa Terima akan mendapatkan bantuan pembangunan TPA dari Dinas Cipta Karya,” katanya
Baca juga : Kabar Gembira untuk Masyarakat Sapudi, BBM Jenis Premium tidak akan Langka Lagi
Sambil menunggu realisasi bantuan pembangunan TPA tersebut, Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat. untuk tidak membuang sampah ke laut lagi. selama menunggu realisasi bantuan dari dari Pemkab Sumenep.
“Mudah mudahan rencana tersebut menjadi kenyataan, agar masalah sampah limbah pasar dan limbah rumah tangga segera teratasi, ” tambahnya
