Berita  

Terkait Penyerangan Puskesmas Legung Timur, Kapus Angkat Bicara

Terkait Penyerangan Puskesmas Legung Timur, Kapus Angkat Bicara
Ruangan Unit Gawat Darurat Puskesmas Legung Timur Kecamatan Batang-Batang [foto/IST]

SUMENEP, DapurRakyatNews – Kepala Puskesmas (Kapus) Legung Timur Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, beberkan fakta terkait penyerangan Faskes (Fasilitas kesehatan) yang dipimpinnya oleh sejumlah massa pada Senin (05/07) malam.

Subscribe👉 Dapur Rakyat News TV

Menurut keterangan seorang warga Kecamatan Batang-batang, sekitar tiga hari yang lalu ada guru ngaji yang juga tokoh masyarakat sakit dan dirawat di Puskesmas Legung Timur. Kemudian warga menganggap, diklaim oleh pihak puskesmas bahwa sakitnya adalah positif Covid-19.

Karena tidak terima dengan hasil diagnosa pihak puskesmas, sejumlah massa yang merupakan tetangga dan kerabat dari pasien yang divonis terpapar Covid-19, mendatangi Faskes yang berlokasi di Kecamatan Batang-batang tersebut.

Baca Juga : Fasilitas Kesehatan Puskesmas Legung Timur Diamuk Massa

Massa yang datang kemudian melakukan pengrusakan dan bahkan sempat melakukan tindakan penganiayaan kepada Nakes (Tenaga kesehatan) yang sedang bertugas.

Joko Suwarno Camat Batang-batang tak menampik adanya kejadian tersebut. “Iya betul mas (pengrusakan Puskesmas Legung Timur_red), dan informasinya sempat terjadi pencekikan salah satu Nakes. Saya sudah menerjunkan Tramtibum Kecamatan Batang-batang.” Terang Pak Camat.

Joko juga menerangkan bahwa esok hari (Hari ini 06/07_red), pihaknya akan memanggil Kapus Legung Timur, beserta Kapolsek dan Danramil Batang-batang. Guna mengetahui pasti penyebab peristiwa pengrusakan Puskesmas oleh massa tersebut.

Baca Juga : Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah, Diduga Langgar KIP

Kapus Legung Timur, yang akrab disapa Mba Iyat, angkat bicara terkait kejadian sebenarnya yang melatarbelakangi insiden tersebut. Dihubungi via percakapan WhatsApp, Mba Iyat mengungkapkan.

“Bukti swab antigennya jelas menunjukkan positif (Covid-19_red) dan pasien bergejala jadi secara medis sudah bisa dinyatakan positif.” Tukasnya, Selasa (6/7).

Mba Iyat melanjutkan, bahwa dirinya mengaku sangat kecewa atas perlakuan yang diberikan oleh warga terhadap Nakes di puskesmas yang dipimpinnya.

“Kami melayani 24jam pasien Covid-19 mas, kami lelah tapi kami tetap bekerja. Nakes kami banyak yang tumbang terpapar Covid-19, ayolah saling mengasihi saling menghargai.” Tutur Mba Iyat sedih.

Baca Juga : Akhirnya Pilkades Serentak di Sumenep Ditunda

Selepas kejadian tersebut Mba Iyat mengatakan Nakes dan pegawai Puskesmas Legung Timur tetap masuk kerja. Sebagian sedang melaksanakan tugas vaksinasi di Makodim sebagian lagi ada yang ikut sosialisasi PPKM Darurat di kantor Kecamatan Batang-batang.

Kepada segenap masyarakat hendaknya dapat lebih arif dan bijak menyikapi hasil tes dan diagnosa terhadap pasien Covid-19. Apabila stigma negatif selalu dialamatkan kepada Nakes, bagaimana jika para Nakes lantas tidak mau menjalankan tugasnya, dikarenakan takut menjadi sasaran oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Exit mobile version