SUMENEP, DapurRakyatNews – Tim Linsek (Lintas Sektor) Kecamatan Sapeken bersama PPKM Mikro Desa Sapeken menggelar rapat di kediaman Pj. Kades Sapeken, Rabu (14/07) malam. Pertemuan kali ini dalam rangka musyawarah agar transportasi odong-odong dapat beroperasi kembali.
Subscribe👉 Dapur Rakyat News TV
Kendaraan roda tiga yang lazim disebut odong-odong ini, merupakan moda transportasi umum utama di Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura. Masyarakat setempat biasa menggunakannya dalam membantu mobilitas di keseharian mereka.
Namun, saat gelombang kasus terkonfirmasi Covid-19 datang menghantam Kepulauan Sapeken pada akhir Juni, keberadaan odong-odong sempat dihentikan dan tidak boleh beroperasi mengangkut penumpang di Desa Sapeken seperti biasanya.
Baca Juga : Hari Pertama PPKM, Masyarakat Yang Hendak ke Pasar Harus Ada Bukti Sertifikat Vaksin
Merespon hal tersebut, Pj (Penjabat) Kades Sapeken mengundang Tim Linsek dan PPKM Mikro Desa Sapeken untuk rembuk hal tersebut, Dengan mempertimbangkan faktor kebutuhan masyarakat Desa Sapeken serta perekonomian dibawah agar dapat mulai bergerak. Seperti yang disampaikan Pj. Kades Sapeken saat rapat musyawarah di rumahnya, yang juga diikuti oleh DapurRakyatNews.
Abd Gani juga menyampaikan, secara pribadi dirinya prihatin dengan dampak ekonomi yang dialami masyarakat Desa Sapeken selama masa PPKM Darurat. Tetapi dengan kondisi saat ini, Abd. Gani juga berharap ada kebijakan yang bisa diambil, maka dari itu dirinya mengundang Tim Linsek Kecamatan Sapeken untuk bermusyawarah.
“Alhamdulillah hasil musyawarah malam ini, dari Tim Linsek Kecamatan Sapeken, memutuskan bahwa odong-odong dapat beroperasi kembali. Dengan beroperasinya kembali, diharapkan akan membantu masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian di Desa Sapeken. Tetapi tentunya dengan beberapa persyaratan.” Terangnya.
Baca Juga : Hadirnya Koarmada II TNI-AL di Kepulauan Sapeken Buktikan OPD Terkait Sumenep Lelet
Lebih lanjut, Abd. Gani menerangkan, “besok kami akan mengundang Paguyuban odong-odong Sapeken untuk menyampaikan hasil keputusan musyawarah malam ini. Dan kami juga akan mengundang juga Tim Linsek Kecamatan Sapeken, agar dapat ikut menyampaikan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh para supir odong-odong.” Terangnya.
Kanit Binmas Polsek Sapeken Heru Purwanto yang juga hadir dalam acara tersebut menerangkan, “Masa PPKM ini intinya kan untuk meminimalisir kerumunan masyarakat, tetapi pada prinsipnya kita tidak terlalu kaku dan situasional. Mengingat transportasi umum termasuk kebutuhan bagi masyarakat, dan kita juga kan manusia dan punya hati.” Terangnya.
Heru melanjutkan bahwa untuk teknisnya tetap akan diatur agar tidak terjadi kerumunan. “Akan kita atur agar dapat beroperasi secara bergantian dan dengan jumlah penumpang yang dibatasi, agar jarak dapat terjaga.” Ujarnya.
Baca Juga : Tudingan Pungli Bantuan APD Untuk Sapeken, Ini Kejadian Sebenarnya
Wakil Danramil Sapeken Sugiyono juga menjelaskan, “kita tetap akan mengawasi odong-odong yang beroperasi agar menerapkan syarat-syarat yang telah disepakati. Mungkin akan kita berikan nomor pada setiap odong-odong agar memudahkan pengawasan. Kalau nantinya ada yang melanggar, akan kita tegur.” Tegasnya.
Kebijakan yang disepakati oleh Tim Linsek Kecamatan Sapeken bersama PPKM Desa Sapeken untuk membuka kembali transportasi umum odong-odong, tentu saja menjadi angin segar bagi masyarakat. Diharapkan perputaran ekonomi di tengah-tengah masyarakat dapat kembali menggeliat.
