Situbondo, DapurRakyatNews –Beberapa pekan terakhir ini masyarakat sempat dihebohkan oleh limbah Industri Pabrik Gula Asembagus, yang terletak di kawasan Asembagus Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Seperti yang diberitakan sebelumnya disalah satu media online dengan Caption ” Polusimu tak semanis gulamu “. kamis 26 Agustus 2021
Dengan banyaknya keluhan dan pengaduan yang masuk kepada dinas terkait. Kholil.SP,MP selaku kepala DLH Situbondo, merespon pengaduan masyarakat terkait keluhan pencemaran udara yang diduga berasal dari PG Asembagus.
“Setelah mengecek langsung hal tersebut memang benar adanya,dengan dalih karena ada kerusakan di broiler dan lain sebagainya, sehingga menyebabkan bahan pembakarannya tidak sempurna,” terangnya.
Namun belum selesai persoalan limbah polusi udara, kini ini muncul limbah bau menyengat. Hal ini membuat David Korwil DPD LSM Penjara indonesia, jawa timur yang kebetulan berdomisili di Asembagus angkat bicara.
David menyayangkan saat pihak dinas terkait turun dan kroscek perihal adanya polusi tersebut hanya melakukan pengecekan diseputaran PG Asembagus, Seharusnya Sinas terkait melakukan evaluasi kinerja terhadap PG Asembagus kenapa masih ada polusi, pasalnya semenjak pabrik berdiri atau jaman belanda persoalan polusi udara TOLATO ataupun DEBU AMPAS sudah bukan rahasia lagi.
” Kenapa pihak DLH hanya akan selalu begitu, “masyarakat epos apose” (madura_red) kata orang madura, yang artinya tidak ada tindakan lain selain toleransi yang sudah bertahun-tahun,” katanya.
padahal sudah jelas polusi memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyakarat di lingkungan PTPN XI atau PG Asembagus
dan sekitarnya salah satu dampak adalah mengakibatkan terganggunya pernafasan dan radang pada mata juga tenggorokan.
“Satu hal yang perlu diketahui baik pihak PTPN XI atau pun dinas terkait jangan pernah main main , masyarakat sudah bosan dengan permainan,” kata David dengan nada geram.
David menambahkan bilamana persoalan polusi PG Asembagus ini tidak kunjung selesai maka dengan sangat terpaksa, saya atas nama KORWIL DPD LSM Penjara Indonesia Jatim, akan menyampaikan pendapat dengan cara turun ke jalan (unjuk rasa_red).
