Sumenep, Dapurrakyatnews – Program Kuliah Kerja Nyata, KKN Back to Village periode III yang diselenggarakan oleh Universitas Jember kembali digalakkan sebagai wadah mahasiswa dalam meningkatkan kreativitas sehingga mampu memberikan manfaat nyata pada sasaran terdampak covid-19.
Adanya covid-19 memberikan dampak diberbagai sektor, seperti pertanian, perdagangan, kegiatan ekspor impor dan lainnya. Beberapa dampak nyata dari adanya covid-19, seperti penurunan pendapatan, mempersempit lapangan pekerjaan, peralihan gaya hidup dan lainnya. Sumenep (31/8/2021)
Berdasarkan permasalahan tersebut, Ajeng Sakina dari Fakultas Pertanian Universitas Jember yang tergabung dalam program KKN back to village periode III, di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memiliki beberapa tematik untuk penerapan program masing-masing mahasiswa pada sasaran yang berbeda.
“Salah satu tematik yang tersedia yaitu Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid-19,” kata Ajeng
Tujuan dari tematik tersebut untuk membantu dan mendampingi dalam perkembangan para wirausaha masyarakat, melalui inovasi dan kreativitas program yang diajukan. Sasaran yang dilakukan salah satunya kepada UMKM yang terdampak covid-19.
“Contohnya pada UMKM di Desa
Tanjung, Banyaknya pelaku usaha yang mengeluh akan dampak yang dirasakan serta kurang maksimalnya keterlibatan dari aparat desa,” terang Ajeng
Ditempat yang sama, Yayuk pelaku UMKM Bakdabak dan makanan lokal yang banyak digemari oleh masyarakat, yang berada di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi, dimana usahanya merasakan dampak langsung dari covid-19
“Akibat covid-19, pendapatan saya
menjadi berkurang dan permintaan tidak menetap, sedangkan penjualan bakdabak sebelum adanya covid-19 mengalami peningkatan dalam permintaannya, ” ujar Bak Yayuk
Adanya keluhan atau permasalahan tersebut, pengembangan UMKM akan dilakukan melalui pengelolaan manajemen bisnis dan pemasaran agar kondisi usaha lebih terstruktur.
Program peningkatan manajemen bisnis pada UMKM bakdabak melalui proses pembukuan sederhana, Up-grading kemasan dan logo, serta pemanfaatan digital marketing di era pandemi.
“Program tersebut dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari. Program kerja tersebut bertujuan agar meningkatkan nilai jual dengan pembaharuan kemasan dan logo, meningkatkan minat konsumen melalui varian sambal, pengelolaan usaha lebih terstruktur melalui pembukuan dan cakupan pembeli lebih luas melalui pemanfatan digital marketing,” tambah Ajeng
Pelaksanaan program mendapatkan respon yang baik dari pemilik UMKM Bakdabak, Output yang diharapkan ialah masyarakat sasaran dapat merasakan manfaat dari adanya program tersebut, meningkatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa dengan masyarakat sasaran serta membantu peningkatan pengelolaan potensi desa.
