Dapurrakyatnews, Sumenep – Banyaknya Nakes di Fasilitas Kesehatan yang terpapar Covid-19 membuat pelayanan terhadap masyarakat Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi terhambat.
Kabupaten Sumenep memiliki 3 Rumah Sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 yakni, RSUD dr. H. Moh Anwar, RSI Kalianget dan RS Abuya. Serta Puskesmas penyangga yaitu, semua puskesmas yang berada di kepulauan kecuali Arjasa, Kangayan, Nonggunong, Dasuk, Gapura, Bluto dan Lenteng.
Sedangkan Puskesmas atau PKM yang lain, saat ini menjadi tempat perawatan pasien Covid-19. Sehingga hal tersebut menjadi pemicu banyaknya Nakes yang bertugas di PKM yang terpapar Covid-19. Seperti di PKM Sapeken dan yang terkini adalah PKM Pamolokan yang banyak Nakes-nya terpapar Covid-19, informasi yang diterima awak media saat ini ada 27 pasien Covid-19 di puskesmas tersebut. (kamis 22/7/2021)
Baca juga : Gawat, Kepulauan Sapeken Darurat Covid-19
Ketua DPD J.P.K.P Kabupaten Sumenep, Agus Junaidi dalam sambungan telepon dengan Dapurrakyatnews mengatakan keheranannya dengan PKM yang sampai saat ini masih merawat Pasien Covid-19.
“Saya agak bingung juga dengan kebijakan yang mengharuskan puskesmas merawat pasien Covid-19. Mungkin masih wajar jika itu berlaku bagi puskesmas di kepulauan karena jarak dan alat transportasi,” kata Agus.
Agus menambahkan, akan lebih bagus jika puskesmas yang saat ini merawat pasien Covid-19, untuk tidak lagi melakukannya. Namun, puskesmas pada gelombang pandemi kali ini, fokus pada vaksinasi, test dan pelacakan atau tracing. Disebutkan oleh Agus, hal tersebut akan sangat efektif untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Karena mereka akan fokus pada mereka yang Isoman (Isolasi mandiri), dan tracing bagi keluarga yang terpapar.
“RSI Kalianget yang juga merawat pasien Covid-19 malah menjadikan Paviliun mereka untuk ruang rawat pasien Covid-19, untuk RSUD Moh Anwar, berani tidak mereka menjadikan ruang Paviliun mereka untuk ruang rawat Pasien Covid-19,” tambahnya dengan bertanya.
Baca juga ; Terlanjur Hancur, Pemerintah Desa Ketupat Abaikan PPKM Darurat?
Jika nanti RSUD berdalih bahwa kekurangan tenaga nakes, kenapa sampai saat ini managemen RSUD dr. H. Moh Anwar yang bisa mengelola anggaran sendiri karena sudah BLUD, tidak membuka pengambilan tenaga Kesehatan.
Dirut RSUD dr. Erliyati, yang dikonfirmasi melalui sambungan Whatsapp mengatakan, “ke Pak Arman ya pak, karena saya lagi rapat internal membahas pelayanan Covid-19,” balasnya.
Dapurrakyatnews kemudian berusaha meminta konfirmasi sesuai arahan Dirut RSUD dr. H. Moh. Anwar, agar menghubungi Arman sebagai Humas yang mendapatkan jawaban yang sama. “Saya masih posisi rapat mas bersama Bu Dirut,” jawabnya singkat.
