SUMENEP, DapurRakyatNews – Seorang bayi terlahir dengan Gastroschisis asal Desa Sadulang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Membutuhkan kepedulian serta bantuan.
Kelahiran seorang anak bagi orangtua adalah sebuah anugerah terindah yang merupakan sumber kebahagiaan, begitu juga yang dirasakan oleh Marsadi dan Marlina saat menyambut kehadiran Nadia Arsita. Akan tetapi kebahagiaan yang dirasakan sepasang suami-istri itu bercampur dengan kesedihan, karena buah cinta mereka terlahir dengan Gastroschisis.
Baca Juga : Dirut PT Garam ; PHK Karyawan Kokargam Karena Kondisi Negara Tidak Normal
Gastroschisis adalah kelainan yang membuat bayi lahir dengan usus atau organ pencernaan lain berada di luar tubuh. Kondisi ini dapat dideteksi sejak masa kehamilan, tetapi bisa juga baru diketahui ketika bayi dilahirkan, seperti yang dialami oleh Nadia Arsita.
Dengan kondisi kelainan Gastroschisis yang diderita Nadia Arsita, pihak Puskesmas Sapeken bergerak cepat dengan merujuknya ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Seperti yang disampaikan oleh H. Salim, Kepala Ruangan IGD Puskesmas Sapeken kepada DapurRakyatNews.
“Pagi tadi (Jum’at, 30/07_red) seorang bayi dengan Gastroschisis atas nama Nadia Arsita, putri dari Pak Marsadi telah kami rujuk ke RSUD dr. H. Moh Anwar. Mohon do’a dan bantuannya dari semua pihak. Karena sepertinya harus dirujuk kembali ke Surabaya.” Tuturnya.
Lebih lanjut H. Salim yang juga membuka praktek bagi masyarakat membutuhkan dirumahnya menyampaikan. “Orangtuanya Nadia Arsita masyarakat kecil pak, mohon sekiranya dibantu untuk pengurusan administrasi yang diperlukan selama berada di Sumenep. Saya khawatir mereka kurang paham.” Pintanya.
Awak media kemudian menghubungi Marsadi via sambungan seluler guna mengetahui pasti kondisi Nadia Arsita. Saat tersambung, Risfandi, yang merupakan paman dari Nadia Arsita mengatakan bahwa Marsadi sedang berada di ruangan MICU RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, mendampingi putrinya.
Subscribe👉 Dapur Rakyat News TV
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=xp3M4BFBbps[/embedyt]
Dalam komunikasi dengan Risfandi, dirinya mengungkapkan bahwa Nadia Arsita beserta orangtuanya tiba di RSUD dr. H. Moh. Anwar sekitar pukul 6 petang. “Menggunakan kapal Ekspres Bahari dari Kangean, setelah sebelumnya menggunakan perahu dari Sapeken” ungkapnya.
Saat ditanyakan apakah dijemput oleh Ambulance sesampainya di Pelabuhan Kalianget, Risfandi menjawab tidak. “Dari Kalianget menggunakan taxi-an (angkutan umum_red) pak.”
Menurut Risfandi, esok hari pihak keluarga Nadia Arsita akan mengurus Surat Keterangan Rawat Inap guna keperluan pengurusan SPM (Surat Pernyataan Miskin) dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang diperlukan untuk rujukan ke Surabaya.
Baca Juga : Pejabat Sumenep Sindir Administrasi Birokrasi Berbelit RSUD Kebanggaan Sumenep
Ditengah keterbatasan ekonomi Marsadi-Marlina, dan juga pemahaman yang awam tentang administrasi birokrasi pelayanan kesehatan. Tentunya menuntut kepedulian sesama agar dapat membantu segala keperluan Nadia Arsita. Besar kecilnya uluran tangan segenap masyarakat Sumenep, sangat berarti untuk kesembuhan putri kecil asal kepulauan tersebut.
“Satu nyawa masyarakat Sumenep, lebih berarti daripada sebuah proyek pembangunan” Ujar Achmad Fauzi Bupati Sumenep.
