SUMENEP, DapurRakyatNews – Minimnya pelayanan RSUD Moh Anwar sudah menjadi rahasia umum masyarakat Sumenep. Hal tersebut juga dialami Ferdi, aktivis sosial asal Kepulauan Kangean, kepada DapurRakyatNews menceritakan kembali pengalamannya tersebut, saat istrinya mengalami bengkak-bengkak pada wajahnya akibat salah pemberian obat, Selasa (16/03/2021).
Awalnya pada dini hari tanggal 20/12/2020, Nur Fahmi istri dari Ferdi, mengalami keluhan sakit perut. Setelah konsultasi dengan keluarga akhirnya, diputuskan untuk membawa Nur ke RSUD Moh Anwar. Ferdi (suami pasien), Saat memasuki IGD sudah menyampaikan kepada petugas yang menangani istinya, bahwa Nur memiliki alergi terhadap jenis obat tertentu.Tetapi hal tersebut tampaknya tidak diperhatikan oleh petugas di IGD.
“Tanggal 20 desember 2020, istri saya dirawat di RSUD Moh Anwar selama 3 hari 2 malam karena infeksi usus. Saya dan keluarga memutuskan membawa istri ke RS, pada saat istri saya ditangani oleh perawat di IGD, saya sudah mengatakan kepada perawat jaga bahwa, istri saya mempunyai alergi obat. Perawat sempat bertanya alergi obat apa? Saya jawab, kalau habis minum obat sakit gigi, Cataflam, pasti badannya gatal-gatal,” jelasnya.
Ferdi kemudian menambahkan, “Saat istri saya dimasukkan ke ruang rawat inap bedah RSUD Moh Anwar, dan diberikan obat berupa injeksi. Wajah istri saya mengalami bengkak-bengkak mas…, Lantas saya diminta menebus obat untuk penawar gejala bengkak-bengkaknya ke Apotik. Tetapi keesokan harinya, hal tersebut terulang kembali, wajah istri saya kembali bengkak-bengkak. Padahal sudah saya sampaikan bahwa, istri saya punya alergi terhadap jenis obat tertentu,”
“Dan yang kerap terjadi di RSUD Moh Anwar yaitu, saat Pasien kehabisan infus mas…, Saya sudah laporan ke perawat bahwa infus istri saya habis. Selang beberapa lama saya tunggu, tidak segera ditangani. Ketika saya datangi lagi perawatnya malah marah-marah, dan ini bukan hanya terjadi ke istri saya saja, tetapi ke beberapa pasien yang lain,” Ungkap Ferdi.
Infus kosong yang tidak segera diganti akan mengakibatkan terjadinya emboli udara yang berbahaya bagi Pasien. Emboli udara merupakan kondisi masuknya gelembung udara ke dalam pembuluh darah yang diakibatkan oleh suntikan infus kosong. Saat infus sudah kosong, maka cairan yang ditransfusi akan digantikan dengan gelembung-gelembung udara. Parahnya, hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti stroke.
Karena merasa tidak mendapat respon dari pihak RSUD Moh Anwar, Ferdi pun akhirnya menghubungi salah satu Kabid Dinkes (Dinas Kesehatan). “Karena saya kecewa dan tidak ditanggapi sebagaimana mestinya, akhirnya saya menghubungi seseorang di Dinkes mas…, Kemudian beliau datang ke RSUD dan berbicara dengan perawat yang menangani istri saya, Barulah setelah itu istri saya dilayani dengan baik,” Pungkasnya.
Kemudian DapurRakyatNews menghubungi salah seorang Kabid Dinkes, yang enggan disebutkan namanya, yang telah membantu komunikasi dengan pihak RSUD Moh Anwar, terkait penanganan pasien atas nama Nur Fahmi, ketika dimintai tanggapannya, beliau pun membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan, “Pokoknya saya bantu sebisa mungkin bisa dibantu, siapapun mereka mas,” Ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, RSUD Moh Anwar melalui Direkturnya belum memberikan tanggapan terkait hal ini.
|Baca Juga: Salauran Limbah PT Bonindo Bondowoso Resmi Ditutup, Ini Sebabnya
Pewarta: RF. Aditya
Editor: Team J.P.K.P
Publisher: Pemred
Perjuangan Tanpa Batas
