SUMENEP, DapurRakyatNews – Pemerintah Desa Kropoh, secara adminstrasi termasuk kecamataan Raas yang terletak di Pulau Raas, dengan penduduk berjumlah sekitar 4,000 jiwa.
Desa tersebut adalah penerima DD-ADD sebesar Rp. 1.3 Milyar rata-rata setiap tahunnya, pelayanan di Desa ini sudah bertahun-tahun dikeluhkan warga setempat karena pemerintahan desa yang berjalan tidak efektif.
Bahkan ironisnya lagi, menurut informasi masyarakat setempat yang dihimpun Tim Media DapurRakyatNews, Kepala Desa Kropoh mengabaikan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.
Menurut PA (58) salah satu warga desa kropoh yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan, bahwa Kepala Desa beserta perangkatnya tidak pernah ngantor selama menjabat, jika warga hendak meminta pelayanan harus datang ke rumahnya, sehingga tak sedikit menyebabkan warganya kecewa.
“Balai desa sudah lama tidak di tempati mas, sekitar 7 tahunan sejak kalebun (kades) terpilih berkuasa, hanya pada saat ada pemilu aja balai desa ini berfungsi.
Selama ini aparat desa juga tidak pernah ngantor disitu mas, kami warga desa yang membutuhkan pelayanan desa juga sangat kesulitan. karena merasa dipingpong, harus langsung menemui di rumahnya atau di tokonya,” kesahnya, Jum’at 23 April 2021.
Disaat Tim media mendatangi langsung ke lokasi balai desa kropoh, kondisinya juga mengenaskan seperti sudah puluhan tahun tidak terpakai, cat-cat kusen kayu dan dinding balai banyak berkelupas.
Bahkan rumput liar yang tumbuh subur meninggi, lantai kotor berdebu banyak keramik yang pecah dan lepas, atap genteng banyak yang jatuh, beberapa bagian plafon ambrol berlubang.
Kertas-kertas berkas pemilu kepala daerah tahun lalu juga masih tertempel di kaca-kaca jendela balai desa, banyak barang-barang menumpuk di depannya, banner-banner bekas pilkada masih menggantung berantakan.
Pagar bambu balai desa banyak yang miring dan roboh. Bahkan jembatan kecil satu-satunya akses menuju balai desa yang terbuat dari kayu depan balai juga sudah ambrol jatuh ke selokan.
Tidak terpakainya balai desa sepertinya disengaja karena tidak pernah ada anggaran DD/ADD yang tercatat di sistem informasi desa bahwa desa kropoh menganggarkan perbaikan balai desa nya.
Saat dikonfirmasi melalui nomor selulernya, H. Rahmawi kepala Desa Kropoh, nada dering telepon berbunyi “Telpon yang anda tujuh, saat ini tidak dapat menerima panggilan” hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dari Kelebun yang berjuluk sakti mandraguna ini,
Ir. Agus Suprayogi selaku Camat Raas, dalam keterangannya terkait adanya informasi dari warga bahwa Balai Desa Kropoh lumpuh total selama 7 Tahun, saat dikonfirmasi via nomor selulernya, Camat Ra’as tidak berani membenarkan karena alasan dirinya baru satu setengah Tahun bertugas di bumi Adirasa ini.
“Persoalan lumpuhnya Balai Desa Kropoh saya pribadi sebagai Camat disini baru, Jadi jika ada warga Desa yang memberikan informasi bahwa balai Desanya 7 tahun lumpuh, saya tidak berani membenarkan karena saya baru satu tahun setengah bertugas disini.” Sergahnya, Sabtu 24 April 2021.
Sebenarnya harapan warga desa kropoh tidak muluk-muluk, Semoga di era bupati pemerintah kabupaten sumenep yang baru ini, tagline Bismillah Melayani betul betul sangat dirasakan oleh warga desa kropoh. Warga bisa kembali merasakan hadirnya pemerintah dalam melayani masyarakat di desa.
“Harapan kita sederhana mas, kita tidak lagi kesulitan mengurus dokumen kependudukan atau surat surat administrasi yang berhubungan dengan desa.
Sebenarnya Forum Pimpinan kecamatan bukan tidak tahu namun terkesan tutup mata. Nah tolong mas juga Sampaikan kepada Bapak Bupati Sumenep Agar hal ini menjadi perhatian Pemkab Sumenep. Sesuai tagline Bismillah Melayani”. Pungkas PA menambahi keluhannya.
Baca Juga : Mimpi Siang Bolong, Kondisi Terminal Pelabuhan di Kepulauan Rusak Berat
Pewarta : S. Puja
Editor : RF. Aditya
