Hadapi Covid-19 Itu Gampang Bila Paham Tiga Hal Ini

Hadapi Covid-19 Itu Gampang Bila Paham Tiga Hal Ini
Antrian Warga Saat Vaksinasi di Salah Satu Daerah di Indonesia [foto/ferry]

SUMENEP, DapurRakyatNews – Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejak pertama kali terdeteksi di China dari akhir 2019 hingga Juli 2021. Wabah Virus Covid-19 telah menyebabkan korban lebih dari 178 juta kasus terkonfirmasi positif dan sudah membunuh lebih dari 3.9 juta orang di seluruh dunia.

Subscribe 👉 Dapur Rakyat News TV 

Virus Covid-19 seakan menjadi momok bagi sebagian besar warga di dunia, bahkan dibeberapa daerah di Indonesia menolak kenyataan ini, sebagian warganya ada yang tidak mempercayai keberadaan virus tersebut. Kita tidak bisa serta merta menyalahkan persepsi saudara kita, karena tidak bisa dipungkiri hal tersebut akibat dari kurang gencarnya sosialisasi dari pemerintah dan merebaknya hoax tentang virus ini. Yang seakan tidak bisa dibendung oleh pihak yang berwenang.

Warga Amerika Serikat Sudah Mulai Melepas Masker Dikehidupan Sehari-harinya [foto/ferry]
Namun ada sebagian negara di dunia yang sudah hidup normal dan tidak perlu lagi memberlakukan pembatasan kegiatan, seperti Israel, Bahrain, Chili, Amerika Serikat dan Aruba, bahkan warganya sudah bebas tidak perlu memakai masker lagi. Karena negara negara tersebut sudah mencapai Herd Immunity nya. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Baca Juga : Prihatin Ekonomi Warga, Bupati Minta ‘Jung Rojung’ Putus Penyebaran Covid-19

Sedangkan di negara kita pandemi sedang tinggi-tingginya memakan korban. Untuk memahami ini kita perlu tahu dulu tiga hal yang menjadi kunci negara negara tersebut bisa hidup normal kembali di tengah-tengah wabah pandemi Covid-19. Yaitu Herd Immunity, Vaksin dan Isolasi.

Herd Immunity
Apa itu? Herd immunity adalah kekebalan kelompok atau kekebalan populasi, sebuah sistem perlindungan yang lumrah dalam dunia perimunisasian. Cara kerjanya adalah melindungi suatu populasi dari virus, dengan cara meningkatkan tingkat imunitas warganya, yaitu kemampuan kekebalan tubuh seseorang dalam membentuk antibodi untuk melawan serangan virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuhnya.

Apabila semua orang dalam suatu populasi tersebut di dalam tubuhnya sudah punya antibodi terhadap virus Covid-19, maka bisa dipastikan dalam kelompok tersebut sudah bebas berdampingan hidup dengan virus tersebut, bebas melakukan apa saja tanpa khawatir sakit lagi.

Baca Juga : Rumah Sakit Kebanggaan Sumenep Bakal Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Lalu bagaimana Kekebalan kelompok (Herd Immunity) itu bisa tercapai? Hanya ada 2 cara, yaitu; pertama vaksinasi dengan cara memasukkan virus yang sudah dimodifikasi atau sudah dilemahkan ke dalam tubuh orang-orang dalam kelompok tersebut, dan cara yang kedua lebih ekstrem yaitu membiarkan orang-orang dalam kelompok tersebut terpapar virus, lalu diisolasi sampai tubuhnya membentuk antibodi secara alami untuk melawan virus yang masuk.

Vaksinasi
Adalah kegiatan memasukan suatu zat atau senyawa (Vaksin) ke dalam tubuh seseorang, dimana zat tersebut berupa bakteri atau virus yang telah dimodifikasi dilemahkan atau dimatikan. Saat vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, maka otomatis sistem kekebalan tubuh akan melihatnya sebagai antigen atau musuh.

Sebagai respon adanya ancaman dari musuh yang masuk maka tubuh akan memproduksi antibodi untuk melawan antigen yang sengaja dimasukkan tersebut. Antibodi, juga dikenal sebagai Imunoglobulin, adalah sejenis protein berukuran besar berbentuk huruf Y yang digunakan oleh sistem imun untuk mengidentifikasi dan menetralkan benda asing seperti bakteri dan virus.

Baca Juga : Respon Si Kembar, Bupati Sumenep Angkat Bicara RS Terapung

Vaksin melatih sistem imun kita untuk menciptakan antibodi untuk melawan virus, cara kerjanya sama seperti jika kita terpapar virus suatu penyakit, tetapi perbedaan pentingnya adalah bahwa vaksin bekerja tanpa membuat kita sakit. Orang yang telah diimunisasi (divaksin) terlindung dari penyakit tersebut dan tidak dapat menyebarkannya lagi, karena virus yang masuk selalu dilemahkan oleh antibodi tubuhnya sehingga hal ini mampu memutus rantai penularan dalam suatu populasi atau kelompok masyarakat.

Isolasi
Adalah kegiatan memisahkan orang yang sudah terpapar virus Covid-19 dari suatu kelompok dalam jangka waktu tertentu untuk mencegah orang tersebut menulari kelompoknya. Isolasi ini sangat penting sekali, karena selain memutus penularan juga berfungsi memberikan kesempatan pada tubuh orang yang terpapar virus tersebut untuk memproduksi antibodinya secara alami.

Baca Juga : Kepulauan Sumenep Darurat Covid-19, RS Terapung Hanya Mengapung

Dengan cara pengendalian dan mengkondisikan keadaan tubuh orang tersebut agar selalu stabil selama masa inkubasi virusnya. Masa inkubasi adalah waktu antara seseorang terpapar virus pertama kali hingga menunjukkan gejala awal, biasanya berkisar antara 10 sampai dengan 14 hari.

Setelah waktu 14 hari terlewati, tubuh sudah membentuk antibodi nya sendiri secara alami. Bisa dikatakan orang yang sudah terpapar virus Covid-19 dan mejalani masa isolasi maka tubuhnya sudah mampu melawan bila ada virus yang masuk lagi, dan virus tersebut tidak akan lagi mampu menulari orang lain lagi karena sudah dilemahkan oleh antibodi orang tersebut.

Kesimpulannya Herd Immunity atau kekebalan suatu kelompok hanya bisa dicapai jika orang-orang dalam kelompok tersebut sudah mempunyai antibodi di tubuhnya masing-masing, yang hanya bisa didapatkan dengan dua cara yaitu tanpa merasakan sakit melalui vaksinasi memasukkan antigen kedalam tubuhnya dan yang kedua melalui merasakan sakit dahulu, terpapar virus Covid-19 lalu melakukan isolasi.

Pilihan sangat tergantung anda akan memilih cara yang instan tanpa merasakan sakit dengan di vaksin atau pilih cara merasakan sakit dahulu terpapar virus Covid-19 lalu melakukan isolasi.

Baca Juga : Infrastruktur di Kepulauan Kaya Sumberdaya Alam Memprihatinkan, Peran Wakil Rakyat Asal Ra’as Dipertanyakan

Dalam mencapai herd immunity, tidak semua orang perlu memiliki antibodi, Persentase orang yang perlu memiliki antibodi untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap Virus Covid-19 sekitar 70-80 % populasi yang harus memiliki kekebalan tubuh sedangkan sisanya otomatis akan terlindungi dari virus yang menyebar diantara orang-orang yang diimunisasi (divaksin) dan yang sudah pernah sakit.

Hal ini untuk membantu memastikan bahwa kelompok-kelompok rentan yang 20% yang tidak dapat diimunisasi tetap terlindungi virus Covid-19 seperti orang lanjut usia, orang dengan penyakit bawaan dan anak-anak.

Lalu bagaimana dengan fenomena sudah divaksin malah positif lagi atau setelah divaksin ada yang meninggal dunia? Ini berhubungan erat dangan tata cara proses vaksinasi dan latar belakang kondisi tubuh orang yang divaksin serta perawatan pasca imunisasi. Akan dijelaskan dalam berita selanjutnya.

Bersambung… 

Exit mobile version