Berita  

DKPP Sumenep: Penggunaan DBHCHT untuk Peningkatan Kualitas Tembakau Petani

Tembakau
Kegiatan pelaksanan penyuluhan pertanian tanaman tembakau di BPP Kecamatan Banding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Dapurrakyatnews – Pemkab Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mengupayakan peningkatan kualitas tembakau dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Salah satunya dengan memberikan bantuan berupa bibit unggul dan pupuk NPK, kepada petani untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas bahan baku tembakau. Langkah ini menjadi bagian dari program strategis, guna mendukung kesejahteraan petani tembakau sekaligus memperkuat industri hasil tembakau.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam beberapa tahun terakhir menekankan pentingnya penggunaan bibit berkualitas dan pupuk yang sesuai untuk tanaman tembakau.

“Kami memahami, peningkatan kualitas bahan baku sangat penting dalam menjaga daya saing tembakau lokal. Bantuan ini menjadi salah satu cara pemerintah dalam mendukung para petani,” kata Bupati.

Sebanyak 90 juta bibit tembakau unggul didistribusikan kepada petani, di 16 kecamatan yang dikenal sebagai daerah potensial tembakau. Bantuan ini bertujuan agar para petani bisa menanam tembakau dengan kualitas genetik terbaik, yang diharapkan mampu menghasilkan daun tembakau yang bernilai tinggi di pasar.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan 107.950 kilogram pupuk NPK kepada 127 kelompok tani. Pupuk ini diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah, dan memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman tembakau, sehingga hasil panen bisa lebih optimal.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan pentingnya menjaga kualitas tembakau Madura, di tengah persaingan produk tembakau dari luar.

“Melalui bantuan bibit dan pupuk ini, kami berharap para petani bisa terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas mereka. Kualitas tembakau yang baik adalah kunci bagi keberlanjutan industri,” ujarnya. Senin (7/10/2024).

Dalam suatu kesempatan, pewarta mencoba mewawancarai salah satu petani tembakau, yang menjadi salah satu penerima manfaat, yang menyatakan merasa sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Alhamdulillah, dengan bantuan bibit dan pupuk, kami bisa mendapatkan hasil panen yang lebih baik, dan dua tahun terakhir harga tembakau juga naik,” ungkap seorang petani. Selasa (8/10/2024).

“Kami berharap agar program bantuan melalui alokasi DBHCHT yang diterima oleh petani tembakau, akan terus berlanjut dengan cakupan yang lebih luas, sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya, sekaligus mendorong peningkatan kualitas tembakau secara nasional,” pungkasnya.

Exit mobile version