SUMENEP, DapurRakyatNews – Pj. Kepala Desa Pajanangger, Abdaluddin surati PT. XL Axiata terkait matinya Tower di Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Senin (08/02/2021)
Ternyata tidak berfungsinya Tower PT. XL Axiata di Desa Pajanangger bukan hanya terjadi sepekan terakhir. Tetapi sudah sering terjadi, hal ini terungkap dari Surat Keterangan yang dibuat oleh Pj. Kepala Desa Pajanangger.
Abdaluddin memberikan keterangannya dalam surat tersebut, “Menerangkan dengan sebenarnya bahwa Tower PT. XL Axiata yang berlokasi di Dusun Pajen Rt.002/001, keberadaan signal selalu tersendat kadang hidup kadang mati, hal ini disebabkan karena persediaan bahan bakar yang tidak cukup”.
Pada Surat Keterangan tersebut yang tertanggal 03/02/2021, juga memuat keterangan orang yang bertanggung jawab dalam mengoperasikan Tower PT. XL Axiata, Saiful Bahri, “Jatah yang ada hanya 800 (depan ratus) liter, cukup untuk waktu 20 hari. Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan satu bulan, menunggu sumbangan warga sekitar”.
Menanggapi hal ini, Abdaluddin kemudian menjelaskan, “Berangkat dari permasalahan tersebut, Pemerintahan Desa dalam rangka mempermudah komunikasi warga pengguna Tower PT. XL Axiata, agar dapatnya pihak perusahaan menyiapkan dan menyalurkan bahan bakar yang cukup. Karena alat komunikasi tersebut merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat urgent”.
Ditemui di kantornya, Manager Area Sumenep PT. XL Axiata, Ibu Aliyah mengungkapkan, “Kami sudah menerima surat dari Pj. Kepala Desa Pajanangger, dan sudah kami teruskan keluhan tersebut kepada bagian divisi jaringan”.
“Yang bertanggung jawab untuk pengelolaan tower PT. XL Axiata adalah Huawei. Perwakilannya di Sumenep, Pak Imam” ungkap Bu Aliyah.
“Saat dihubungi, Pak Imam menyatakan bahwa tidak mungkin kebutuhan bbm untuk tower selama satu bulan, kurang. Tapi saya katakan, ini informasi dari masyarakat”. Bu Aliyah menegaskan.
Saat ditanya, apakah ada indikasi penyimpangan saat pendistribusian bbm ke kepulauan, Manager PT. XL Axiata Area Sumenep ini menjawab, “Terkait hal itu kami masih harus melakukan pengecekan lebih lanjut. Yang jelas kami akan segera menyelesaikan permasalahan ini. Kasihan mas, masa masyarakat harus beli bbm sendiri disaat situasi sedang sulit seperti ini” pungkasnya.
Sungguh miris melihat realita korporate sebesar PT. XL Axiata masih membutuhkan sumbangan konsumennya untuk dapat menggunakan layanannya.
Dapatkah kita bayangkan, apabila masyarakat harus sumbangan membeli bahan bakar minyak terlebih dahulu saat ingin berkomunikasi.
Sebuah ironi mengingat slogan PT. XL Axiata yang gencar dipromosikan lewat berbagai media, “XLangkah lebih maju”.
|BACA : Safari Dakwah Aswaja PC LDNU Sumenep Di MWC NU Manding
Reporter: Enno Sapsup
Editor: Team J.P.K.P
Publisher: Pemred
Salam Perjuangan Tanpa Batas
