Sumenep, DapurRakyatNews – Bupati Sumenep mengunjungi Beberapa Cafe dan kedai Kopi dibeberapa daerah yang ada di Sumenep. Kunjungan bupati ke Cafe ini merupakan kegiatan melihat geliat perekonomian di warung kopi dan cafe yang ada di Sumenep. Rabu (8/9/2021
Bupati Sumenep Ach Fauzi SH.MH mengatakan, Agenda ini berawal dari laporan dan keluhan dari paguyuban kopi yang telah melakukan silaturahmi beberapa waktu lalu.
Paguyuban Kopi curhat akan belum stabilnya perekonomian di warung kopi dan cafe yang ada di wilayah Sumenep. Walaupun PPKM di Sumenep sudah turun menjadi level 2.
“Dengan adanya keluhan dan curhat tadi, saya ingin buktikan langsung turun ke lapangan melihat keadaan dan kondisi di Cafe dan kedai kopi,” ucap Ach Fauzi Kepada DapurRakyatNews.com
Lanjut Fauzi, saat turun ke lapangan dan berbicara langsung dengan pegawai, memang benar. menyampaikan bahwa 25 persen sampai 30 persen.
Dengan tidak stabilnya perekonomian di geliat kopi di Sumenep ini butuh perlakukan khusus dan dorongan dari pihak pemerintah.
“Selama PPKM kemarin, masyarakat tidak banyak keluar rumah. dikarenakan adanya pembatasan aktifitas ketat,” ujarnya.
Dengan Pemberlakuan PPKM level 2 dan kemungkinan akan turun ke Level 1. Fauzi mencoba untuk mendorong kembali perekonomian untuk paguyuban Kopi di Sumenep untuk memberikan kelonggaran dan ruang waktu jam Operasional buka.
“Kita akan sampaikan, bahwa sama turun level ini akan ada kelonggaran jam operasional tutup untuk kedai kopi dan cafe. namun tetap mematuhi Protokol kesehatan,” tuturnya.
Ia juga bertahap ada antisipasi dari pihak pemilik cafe dan masyarakat untuk selalu menjaga jarak dan tidak berkerumun.
Fauzi juga Menyampaikan, terkait adanya ketakutan masyarakat akan dilakukan tes Swab di tempat. Itu tidak benar adanya. selagi mematuhi prokes tidak akan diswab.
“Sebenarnya, tidak ada swab di tempat. selagi pengunjung memakai masker dan mentaati prokes tidak akan di swab,” terangnya
Namun, Bagi pemilik cafe harus memberikan himbauan kepada pengunjung untuk tetap mematuhi prokes. dan berikan teguran kepada yang melanggar.
“Apabila pengunjung tidak memakai masker tidak di Izinkan masuk. jika Cafe menyediakan Masker di berikan masker kepada pengunjung yang tidak memakai masker,” tegasnya.
