Sumenep, Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep menyediakan trasportasi 3 (KMP) Kapal Motor Penumpang, untuk masyarakat kepulauan. Kabupaten Sumenep salah satu kabupaten yang sebagian besar adalah kepulauan. Untuk pengelolaan KMP tersebut Pemkab mempercayakan kepada BUMD Badan Usaha Milik Daerah.
Namun saat ini hanya DBS I yang beroperasi, karena DBS II telah menjadi bangkai. Sedangkan DBS III belum beroperasi, dikarenakan subsidi tiket dari Pemprov Jatim terhenti karena Pandemi.
Saat ini hanya DBS I, satu satunya kapal yang masih beroperasi dan kondisinya sangat memprihatinkan. Karena sebagian besar cat mengelupas, berkarat dan sangat kotor.
Salah satu pengguna DBS I, warga Kecamatan Sapeken Sardi Hidayat S,Pd. Menyampaikan kekecewaan nya dengan kondisi DBS I, yang jauh dari kata layak.
“DBS I yang melayani rute Kalianget, Kangean dan Sapeken. Saat ini hampir seluruh badan kapal berkarat, Seperti kurang perawatan,” Kata Sardi
Dengan umur kapal yang sudah tua harusnya, Pengelola dalam hal ini PT. Sumekar Line diminta untuk lebih memperhatikan perawatan kapal. Sehingga kapal tidak terkesan karatan dan kumuh, karena perawatan rutin bagian dari umur kapal itu sendiri.
“Kenyamanan penumpang dari segi pelayanan kurang diperhatikan. Kebersihan kapal menjadi hal yang wajib diberikan kepada penumpang sebagai pengguna. Terutama tempat dan fasilitas penumpang sangat jauh dari kata layak, karena penumpang bertumpukan tak teratur,” ucapnya dengan nada kecewa.
Terasa berbeda jika DBS I, dibandingkan dengan kapal kapal yang dikelola oleh pihak swasta seperti milik PT Pelni. Karena kapal-kapal yang dikelola oleh mereka (PT Pelni) bersih dan terawat.
“Jadi tidak sebanding dengan ongkos yang kami keluarkan, dengan fasilitas yang kami dapatkan selama dalam pelayaran,” pungkasnya.
Imam Molyadi salah satu Direksi PT. Sumekar Line, saat dihubungi Dapurrakyatnews mengatakan.
kalau untuk perawatan pertanggal 30 September 2021 ABK akan melakukan pengecatan, dan cat yang akan digunakan kemarin sudah datang.
“Cuma hari ini saya belum naik ke kapal, apakah teman teman sudah mulai pengecatan. nanti saya cek,” katanya
Ketika ditanyakan apakah selama pengecatan, pelayanan akan terhenti?
Imam Molyadi mengatakan pelayanan tidak akan berhenti, dimana ada off disitu dikerjakan pengecatan. Karena pengecatan sama dengan maintenance biasa, jadi bisa dilakukan sambil berjalan.
“Jika kapal akan berlayar sore hari, maka dari pagi bisa dilakukan pengecatan,” Pungkas nya.
