SITUBONDO, DapurRakyatNews – Koordinator Wilayah (Korwil) LSM Penjara Indonesia, David Haryono, mengingatkan masyarakat waspada terhadap kemunculan pungutan liar (pungli) dari pihak tak bertanggung jawab dalam proses pencairan BPUM.
Subscribe 👉 Dapur Rakyat News TV
Program bantuan Presiden atau Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) ini menurut David Haryono, adalah merupakan hibah pemerintah sebesar Rp1.200.000 dan itu tidak ada pungutan biaya dan dipastikan langsung ditransfer utuh ke rekening penerima manfaat.
“Tidak boleh ada pungutan apapun dengan alasan apapun,” ujar David Haryono dalam acara coffe break, kamis 17 juni 2021.
Baca Juga : Proses Angkut Sapi Sapudi Perlu Perhatian Pemerintah
Menurutnya, dalam pencairan dana tersebut, seringkali muncul oknum yang melakukan praktek pungli, modusnya dengan biaya administrasi dan sebagainya.
Muchsin Alfajar selaku ketua LSM penjara Situbondo, pihaknya menemukan ada indikasi terjadinya pungli saat pencairan BPUM. Pasalnya ada beberapa nasabah yang dimintai biaya adminitrasi.
“ini lho, program presiden yang notabene gratis tidak dipungut biaya apapun,” imbuhnya dengan nada geram.
Baca Juga : Dandim Situbondo Pimpin Tradisi Tiga Prajurit Menjalani Tugas Apter
Sementara itu, saat Tim Dapur Rakyat News klarifikasi kepada saudara Janson, selaku wakil kepala Bank BNI cabang Situbondo, pihaknya membenarkan adanya perihal biaya adminitrasi sebesar Rp15.000 dimana peruntukannya adalah untuk biaya buku tabungan, cetak kartu bagi nasabah yang hilang buku tabungan dan kartu ATM.
“Hal tersebut dilakukan guna ada efek jera dari nasabah agar lebih berhati hati dalam menyimpan buku tabungan dan kartu ATM nya.
Itupun tergantung kebijakan masing masing Bank tidak sama, saya faham keadaan masyarakat disini makanya saya hanya menarik Rp15.000 rupiah dari nasabah untuk ganti buku tabungan dan biaya cetak kartu ATM, bahkan ada yang menarik sekitar Rp20.000 hingga Rp25.000 rupiah,” Tandas Janson.
Baca Juga : Bermasalah Saat Nyalon Kades Sapeken, Tidak Saat Menjadi BPD
