Situbondo, DapurRakyatNews – Sejumlah Lembaga perwakilan dari Aliansi Media Peduli Situbondo mendatangi komisi lll DPRD Situbondo guna mengadukan masalah polusi udara yang di hasilkan PG Asembagus Kabupaten Situbondo. Rabu (1/9/2021)
Kedatangan perwakilan masyarakat tersebut di sambut dengan hangat oleh H Basori selaku ketua dan anggota komisi lll DPRD, Rapat kali ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan warga yang tinggal disekitar PG Asembagus.
Baca juga : Upacara Sertijab Perwira Polres Situbondo, Kapolres Pinta Tingkatkan Pelayanan
Dalam pembukaannya H.Basori menyampaikan ucapan terimakasih kepada perwakilan masyarakat yang terdiri dari beberapa Lembaga diantaranya LSM Penjara Indonesia, Lembaga TPF Independent, LBH Cakra yang sudah datang ke kantor DPRD Situbondo dan berjanji akan segera menindak lanjuti apa yang menjadi pengaduan masyarakat tersebut, sebelum musim giling tahun ini berakhir.
Dalam kesempatan itu, Zaerosi Anggota Komisi lll , mengatakan bahwa tahun lalu sudah pernah ada tindakan Keras dari Komisi lll DPRD Situbondo terkait polusi debu terhadap pihak PG Asembagus, bahkan sampai mengarah kepada penghentian proses giling sebelum masalah debu yang mengakibatkan polusi debu tersebut bisa diatasi.
“Bahkan komisi lll sempat mengeluarkan rekomendasi terhadap PG Asembagus untuk mengatasi polusi debu tersebut,” terang Zaerosi.
Tapi sayangnya semua itu hanya isapan jempol belaka , pihak management PG Asembagus Situbondo seakan tak mengindahkan peringatan tersebut.
sehingga membuat korwil DPD LSM Penjara Indonesia jawa timur yang kebetulan saudara David Haryono adalah mantan karyawan PG Asembagus yang sudah pernah bekerja 20 tahun lebih tersebut merasa geram.
Masyarakat hanya dibujuk rayu dengan cara mengadakan kegiatan baksos berbagi sembako, padahal dampak dari polusi udara yang disebabkan oleh PG Asembagus sangat berbahaya bagi kesehatan lebih lebih di masa pandemi sekarang ini.
Baca juga : Bintara TNI Kodim 0823 Asal Papua Lakukan Kerja Bakti di Tempat Wisata
“Warga dikelabui, tapi debu ampas yg di dapat, mana bau menyengat dan dampak lainnya. Sementara perusahaan meraup untung miliyaran rupiah,” tegas David Haryono.
Terkait rekomendasi komisi lll tersebut mendapat tanggapan khusus dari Kabiro TPF Independent , Agus A. dan meminta salinan isi rekomendasi tersebut.
Agus mengatakan bahwa se level Komisi lll DPRD saja yang sudah mengeluarkan rekomendasi, itu belum mampu mengatasi masalah polusi debu PG Asembagus.
Namun sayangnya komisi lll tidak dapat memberikan salinan rekomendasi yang diminta Tim Aliansi, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah bukti bukan hanya janji apalagi retorika.
Bersambung
