SUMENEP, DapurRakyatNews – Seorang Nenek yang tinggal di dusun Brakas Barat, Desa Brakas Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep, hidup sebatang kara di sebuah rumah yang lebih mirip gubug. Sehari hari nenek di usia sepuh dan renta ini praktis hidup sendirian dan hidup dari uluran tangan belas kasih tetangga-tetangga di sekitarnya, karena sejak menikah dengan suaminya yang sudah lama meninggal sama sekali tidak di anugerahi keturunan seorangpun. Selasa (30/03/2021)
Darussalam, Aktivis Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P) Kecamata Ra’as mengungkapkan bahwa Gubug reot yang dihuni Nenek tua sejak menikah dengan suaminya sangat tidak layak huni.
“Dinding anyaman bambu gubugnya berlubang-lubang dan kayu yang menopang gubug sudah banyak yang lapuk dimakan rayap. Genteng atap rumahnya yang seharusnya melindungi Nenek dari angin dan hujan, namun tidak cukup untuk menjadi pelindung tubuh tua rentanya yang sudah mulai sakit-sakitan,” tutur Darus panggilannya.
Lebih lanjut Darus menceritakan, Jangan ditanyakan berapa kali Pemerintah setempat (Pemdes_red) memberikan bantuan sosial ke Nenek tersebut, terdaftar di data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial tidak pernah. Padahal Nenek tersebut mempunyai e-KTP yang sah, membuktikan bahwa benar-benar warga Kabupaten Sumenep.
“Sangat memprihatinkan kondisi Nenek ini, sehingga kami dari J.P.K.P Kecamatan Ra’as, menyalurkan Bantuan sekedarnya berupa beras dan uang tunai sekedarnya,” pungkas Darussalam, selaku Ketua DPC J.P.K.P Kecamatan Ra’as.
Baca Juga: Nenek Yang Viral Dengan Status Meninggal Tiga Tahun, Saat ini Dalam Kondisi Mengenaskan
Ferry Saputra, Pemuda Sumenep yang tergabung bersama Tim J.P.K.P Kabupaten Sumenep, kepada media ini mengungkapan temuannya di Disdukcapil Kabupaten Sumenep. Dimana saat itu Tim J.P.K.P datang ke Dinas dengan tujuan mengkonfirmasi data kependudukan untuk membantu Nenek tua berdasarkan e-KTP miliknya yg ditunjukkan nenek saat tim JPKP memberikan bantuan.
“Yang mengejutkan, diketahui pada data Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep, dinyatakan sudah meninggal 3 tahun yang lalu,” terangnya.
Selanjutnya kata Ferry, berdasarkan data Informasi Sistem Dukcapil, tercatat data sudah di delete (dihapus) by kode 352922 dengan alasan delete mati pada tanggal 25 Januari 2018, dengan nama Mokny Mudely tempat tanggal lahir, Sumenep 14 april 1965 dengan NIK 3529225404650002, dengan nama Ayah kandung Ali dan Ibu kandung bernama Aton.
“Ajaibnya, per hari ini Selasa 30 Maret 2021, sekira pukul 10.27 WIB, status kependudukan si Nenek Hidup kembali. Hal itu kami temukan di data administrasi kependudukan Dispendukcapil, terdapat pengajuan pemutakhiran data dengan identitas yang berbeda yaitu atas nama dan tanggal lahir berbeda yaitu, nama lengkap Muawena, tempat tanggal lahir Sumenep 14 April 1941, NIK nya sama dengan KTP sebelumnya yaitu, nomer 3529225404650002 dan Nomor KK 3529223003210002, dengan nama Ayah kandung Maadin dan Ibu kandung Muhadiyah. Dan tanggal rekam e-KTP 22 Mei 2012, tanggal cetak e-KTP 30 Maret 2021 dengan status perekaman e-KTP card_printed,” ulas Ferry.
R. Achmad Syahwan Effendi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumenep, dikonfirmasi oleh Ferry Saputera melalui pesan whatsApp terkait data KTP Nenek tersebut, menjawab, “Intinya kami mencatat setiap kejadian, tentunya pencatatan tersebut atas dasar laporan baik dari masyarakat maupun petugas pembantu Regester Desa (Redes) yang ada di Desa,” jelasnya.
Kadisdukcapil kemudian mengatakan, kita sudah sering melakukan rapat staf dengan seluruh komponen kami di Desa, sudah dilakukan pemutakhiran data. Kalau toh masih ada yang tersisa, kita harus saling membantu.
“Dari Desa juga harus berpartisipasi karena kita sudah punyak pendaftaran online, sudah punyak kontak untuk pengaduan dan barusan juga sudah ada sensus penduduk apakah yang bersangkutan dilaporkan oleh petugas, dan ini menjadi perhatian kami untuk perbaikan ke depan, mungkin diskusinya nanti lagi di Sumenep, saya lagi diklat sekarang,” pungkasnya mengakhiri pembincangan via chat WhatsApp.
Baca Juga: CSR PT. Medco Energi Madura Offshore, Kades Jate Canangkan Mobil Sehat Desa dan Safety Nelayan
Pewarta: Puja
editor: Tim J.P.K.P
Publisher: Pemred
Salam Perjuangan Tanpa Batas
