Unggahan Facebook berujung Pelaporan polisi

Facebook

DapurRakyatNews, Situbondo – Status akun Facebook Anikmochayzacki warga Dusun Belikeran, Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, berujung laporan Polisi. senin (18/07/2021).

Pasalnya akun tersebut diduga melanggar UU ITE (Informasi Transaksi Elektronik) terhadap saudara Jesewi warga Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.

Baca juga : Kapolres Situbondo Bersama Dandim 0823 Lepas Pendistribusian 5 Ton Beras dan Paket Sembako

Berawal dari perkataan tidak senonoh terhadap orangtua Jesewi dimedia sosial oleh pemilik akun FB (Facebook) Anikmochayzacki, Jesewi didampingi LSM Penjara DPC Situbondo melaporkan pemilik akun FB tersebut. Pelaporan dilakukan karena dirasa telah membuat perkataan tidak menyenangkan.

“Saya hanya membantu permasalahan yang terjadi antara pemilik akun Anikmochayzacki dengan pemilik akun Asmawati aas. Permasalahan mereka sudah selesai, tapi entah kenapa dalam waktu dekat ini dia malah mengirim pesan di Facebook dan menghina orang tua saya dengan perkataan tidak senonoh,” tutur Jesewi.

Kemudian Jesewi melanjutkan, “Jelas saya tidak terima dengan penghinaan yang dia lakukan terhadap orangtua saya, makanya saya mengambil langkah hukum,” tukasnya dengan nada geram.

Baca juga : Pengusaha Muda Asal Situbondo, Sumbang 5 Ekor Sapi Qurban

Sementara itu ditempat yang sama, Muchsin Alfajar selaku ketua DPC LSM Penjara yang ikut mendampingi laporan saudara Jesewi, membenarkan adanya laporan terkait UU ITE kepihak Polres Situbondo.

“Karena sekarang masih dalam situasi PPKM darurat laporan kita buat melalui surat.” terang Muchsin.

Muchsin menjelaskan bahwa perbuatan pencemaran nama baik ini merupakan tindak pidana dikarenakan, dapat mengganggu ketertiban umum serta menimbulkan kerugian materiil maupun non materiil bagi pihak yang dirugikan dari tindakan tersebut.

“Orang yang mendistribusikan atau membuat konten berisi penghinaan dan/atau pencemaran nama baik termasuk dalam tindakan pencemaran nama baik yang pelakunya diancam dengan hukuman pidana penjara dan denda,” pungkas Muchsin Alfajar selaku Ketua DPC LSM Penjara.

Pertanggung jawaban dari tindak pidana pencemaran nama baik ini dapat diterapkan dengan memberikan sanksi pidana, menurut Undang-Undang No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 29/2016 (UU ITE).

Satpol-PP Bergandengan Dengan Baznas Sumenep Tebar Bantuan Sembako

Tinggalkan Balasan