Hukrim  

Serang Pakai Sabit, Terduga Maling Nyaris Lukai Warga Sampang

Maling
Saat ini, terduga pelaku percobaan pencurian di rumah Bukrawi, warga Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang sedang menjalani perawatan di RSMZ Sampang.

Dapurrakyatnews – Seorang pria berinisial SD (40 thn) diamankan polisi. Pasalnya, SD diduga melakukan percobaan pencurian di salah satu rumah warga Dusun Taddan Tengah, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Jumat (30/1/2026) pukul 01.30 WIB dini hari.

Terduga pelaku sempat diamuk massa. Namun, polisi berhasil mengamankan SD dari amukan massa.

Diketahui, SD berprofesi sebagai pekerja swasta dan berdomisili di Dusun Pesisir, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menjelaskan, kejadian bermula saat warga melihat seorang pria (terduga pelaku) memasuki rumah Bukrawi tanpa izin.

“Karena mencurigakan, warga meneriaki maling,” jelas Eko Puji Waluyo.

Mendengar teriakan warga, lanjut Eko, terduga pelaku melarikan diri ke rumah Lora Ahyat.

Dalam upaya pelariannya, terduga pelaku malah mengeluarkan senjata tajam jenis sabit dan menyerang serta menyabetkannya ke arah Lora Ahyat sebanyak 2 kali. Beruntung, Lora Ahyat berhasil menghindar dari sabetan Clurit tersebut.

“Sabit tersebut sempat diayunkan ke arah korban. Namun, Lora Ahyat berhasil menghindar. Sehingga, tidak mengalami luka,” tambahnya.

Tak berhenti disitu, setelah gagal melukai korban, terduga pelaku kembali melarikan diri.

Warga yang geram atas perilaku SD, kemudian melakukan pengejaran. Selang beberapa lama kemudian, Warga berhasil menangkap dan mengamankan SD. Terduga pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa.

Menerima laporan warga, petugas piket Pamapta Polres Sampang langsung mendatangi lokasi dan mengamankan situasi.

“Petugas langsung mengamankan terduga pelaku dari amukan massa dan membawanya ke RSMZ untuk mendapatkan perawatan medias awal,” jelasnya.

Dari tangan SD, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah sabit yang diduga digunakan saat kejadian.

Hingga saat ini, SD masih menjalani perawatan insentif di RSMZ.

Sementara, polisi terus melakukan pendalaman terkait motif dan kronologi lengkap dari kejadian tersebut.

“Kasus ini masih kami tangani. Kami himbau masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya terkait proses hukum kepada pihak kepolisian,” himbaunya.

 

Tinggalkan Balasan