“Untuk biaya yang sama seluruh Indonesia itu yang biaya penyambungan (BP) dan SLO (Sertifikat Laik Operasi), Itu ada di websitenya semua, yang variatif itu yang IML (Instalasi Milik Pelanggan), Terkait untuk yang Paliat ini, termasuk Kepulauan yang ada di Madura itu instalasi berbeda-beda.
Untuk kasus yang Paliat ataupun PLTS lain yang pulau-pulau itu dikoordinir atau satu pintu permohonannya lewat desa, karena itu kan pemasangannya banyak, tidak seperti di kota,” Terang Daan.
“Paliat ini kan dikoordinir, nah… kesepakatan harga itu dikembalikan lagi ke desa. Desa itu matoknya berapa? Biasanya ada rapatnya itu pak…, nah sosialisasi yang disampaikan oleh PLN itu, harga rata-rata nasionalnya. Kalau instalasi itu yang perlu dikonfirmasi lagi karena, yang PLN tahu untuk biaya BP dan SLO sama harganya, yang membedakan itu yang instalasi.
Untuk rinciannya instalasi itu harus jelas kok beda dengan yang IML Paket 3 Titik. Itu harus diperjelas perbedaannya dimana? Harus diperjelas, yang tahu itu pelaksananya, pihak instalatir dan biasanya kerjasama dengan desa-desa kalau yang di pulau-pulau itu. Untuk Paliat instalatirnya, PT. Madu Wangi, enaknya langsung dikonfirmasi ke kepala desa saja. Ditanyakan apa pertimbangannya?” jelasnya.
Berkali-kali Awak Media dapurrakyatnews.com hubungi nomor seluler Kepala Desa Paliat tidak menjawab hingga berita ini diterbitkan.
Akhirnya, dapurrakyatnews.com menghubungi via seluler Pak Sa’erno selaku Sekretaris Desa Paliat, yang kemudian enggan memberikan keterangan ketika ditanya terkait rincian biaya instalasi listrik sambung baru di desanya.
“Maaf mas…, sebaiknya langsung menghubungi kepala desa, karena beliau yang tahu terkait hal itu, kalau saya yang menjawab takut salah,” Pungkasnya.
|Baca Juga: Sumenep Darurat Darah, Warga Kepulauan Sorot PMI dan Pemkab
Pewarta : RF. Aditya
Editor: Tim J.P.K.P
Publisher: Pemred
Salam Perjuangan Tanpa Batas
