Berita  

Rawan Banjir Rob dan Longsor, 6 Kecamatan Dalam Status Waspada

Waspada
Salah satu rumah warga Jalan Permata, Kelurahan Banyuanyar, Kabupaten Sampang, terendam banjir rob, pada Kamis (4/12/2025)

Dapurrakyatnews – Menghadapi potensi cuaca ekstrim yang diperkirakan berlangsung sepanjang awal Desember 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melakukan pemetaan dan meningkatkan status kewaspadaan.

Peningkatan status dikeluarkan, sebagai respon atas informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Sampang Fajar Arif Taufikurrahman melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin mengatakan, kombinasi 2 faktor tersebut berpotensi menjadi pemicu banjir rob di kawasan pesisir dan meningkatkan risiko longsor di perbukitan.

Dari hasil pemetaan yang dilakukan, tercatat ada 6 kecamatan yang masuk kategori rawan bencana. Tiga diantaranya, merupakan wilayah langganan banjir setiap tahun, antara lain Kecamatan Sampang, Jrengik, dan Tambelangan.

Berdasarkan historis, ketiganya kini berstatus siaga penuh. Sebah, selalu terdampak saat curah hujan tinggi.

Selain banjir, BPBD juga melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi longsor, yang selama ini mengalami peningkatan signifikan.

Ada 5 kecamatan yang dinilai memiliki struktur tanah labil dan rentan mengalami pergerakan tanah, yaitu Kecamatan Jrengik, Tambelangan, Karang Penang, Kedungdung, dan Robatal.

“Pemeriksaan lapangan, terus kami lakukan. Untuk melihat perubahan kontur tanah dan titik-titik rawan longsor. Kami tempatkan seluruh personel kami dalam pola siaga dua puluh empat jam,” ujar Hozin, pada Jumat (5/12/2025).

Kesiapsiagaan ini, antara lain mencakup pembentukan tim evaluasi cepat, penyediaan Logistik bencana, hingga pendistribusian peralatan pendukung, semisal terpal dan material penahan tanah.

Pihaknya menghimbau, masyarakat terus memantau info terbaru mengenai cuaca. Segera hubungi BPBD jika menemukan tanda-tanda bahaya. Semisal pergerakan tanah, retakan besar, atau kenaikan permukaan air laut yang datangnya mendadak.

Menurut Hozin, mitigasi dini yang dilakukan sendiri oleh warga adalah kunci untuk menekan risiko dan jumlah korban.

“Dibutuhkan kapanpun, kami siap bergerak. Terutama, jika terjadi bencana susulan akibat cuaca ekstrim,” tegasnya.

 

Tinggalkan Balasan