Dapurrakyatnews – Program Santri Mudik Gratis yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus berjalan dengan maksimal. Program ini merupakan salah satu bentuk perhatian Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, terhadap para santri yang ingin kembali ke kampung halaman tanpa terkendala biaya transportasi.
Pada Jumat (21/2/2025), giliran santri asal Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo yang diberangkatkan menuju Pulau Sapudi. Mereka menumpang KMP Wicitra Dharma 1 dari Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo.
Program ini mendapat apresiasi luas dari para santri dan masyarakat, karena memudahkan perjalanan mereka menuju kampung halaman.
Salah satu perwakilan santri sebelum pemberangkatan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran program ini, khususnya Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
“Kami, santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo asal Sapudi, mengucapkan terima kasih atas segala upaya dan dukungan dari ASDP, BTPD, serta terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, terutama kepada Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, yang telah memfasilitasi transportasi laut secara gratis,” ungkap salah seorang santri dengan penuh antusias.
Sementara itu, Ketua Rayon Putri Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah (Iksas) Sapudi yang juga bertindak sebagai koordinator kepulangan santri, Qurratul Aini, menjelaskan bahwa kepulangan santri dilakukan dalam dua gelombang untuk memastikan kelancaran perjalanan.
“Gelombang pertama sebanyak 100 santri sudah berangkat kemarin, dan hari ini sebanyak 200 santri putri akan diberangkatkan dari Pelabuhan Jangkar,” ujarnya.
Program Santri Mudik Gratis ini telah menjadi salah satu program unggulan Pemkab Sumenep dalam mendukung sektor pendidikan dan keagamaan. Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, melalui Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan, Yayak Nurwahyudi, menegaskan bahwa program ini akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya para santri yang menimba ilmu jauh dari rumah.
“Kami ingin memastikan bahwa para santri bisa pulang dengan aman dan nyaman tanpa harus memikirkan biaya transportasi. Program ini akan terus kami evaluasi agar bisa semakin baik ke depannya,” kata Yayak Nurwahyudi. Jum’at (21/2/2025).
Para santri yang mendapatkan fasilitas mudik gratis ini berharap, program serupa dapat terus berjalan di tahun-tahun mendatang. Mereka merasa terbantu, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, yang sering menghadapi kesulitan dalam membiayai perjalanan pulang kampung.
“Dengan adanya Program Santri Mudik Gratis, Pemkab Sumenep membuktikan komitmennya dalam mendukung pendidikan berbasis pesantren,” sekaligus meringankan beban masyarakat dalam mobilitas transportasi laut,” tutupnya.




