Pasca Aksi Demonstrasi, Pagar Kantor DPRD Sumenep yang Roboh Dibiarkan Terbengkalai

Pasca
Pagar dan Pintu masuk Gedung DPRD yang roboh dibiarkan terbengkalai

Dapurrakyatnews – Pasca aksi demonstrasi yang dilakukan Mahasiswa pada tanggal 11 April 2022 di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur. Pintu masuk dan pagar gedung legislatif tersebut roboh akibat ditarik oleh mahasiswa.

Selang beberapa hari dari aksi Demo yang berakibat robohnya pintu dan pagar gedung dewan tersebut, sampai detik ini tidak ada tanda tanda diperbaiki. Pagar gedung yang roboh tersebut dibiarkan tergeletak yang berakibat kurang sedap dipandang jika kita melintas didepan gedung DPRD Sumenep.

Kondisi pagar dan pintu masuk yang tidak diperbaiki tersebut membuat Bambang Hodawi merasa miris dan kecewa.

Baca juga : Presiden Jokowi : Bandara Trunojoyo Meningkatkan Kolektifitas dan Keterhubungan Pulau Terpencil

“Sangat disayangkan ya, bahkan sangat miris saya melihat, Karena ini adalah kantor perwakilan rakyat,” Bambang yang sehari harinya berprofesi sebagai Advokat.

Karena selama ini terkait dengan keberadaan kantor, perawatan dan sebagainya itu kan jelas ada anggarannya. Nah disitulah yang dimaksud saya sangat disayangkan, ketika dewan seolah-olah tidak peduli terhadap lingkungannya sendiri, apalagi kepada rakyatnya.

“Padahal tiap hari anggota dewan itu lewat dan melihat adanya pagar yang roboh tapi kenyataannya dewan tidak peduli terhadap hal itu,” tambahnya.

Pasca
Bambang Hodowi

Ia menambahkan, Kalau memang dewan sudah seperti itu kenyataannya, sangatlah wajar jika masyarakat mempertanyakan anggaran tersebut. Sementara dewan sendiri kan ada anggarannya, apakah dewan yang menempati di kantor itu tidak mempunyai sedikit malu? Misalnya dewan itu urunan atau bagaimana caranya agar pagar dan pintu yang roboh tersebut bisa segera diperbaiki.

“Coba dewan itu sumbangan seratus ribuan, kan ada lima puluh anggota dewan jadi kurang lebih nanti hasil sumbangannya yaitu lima jutaan. Saya kira cukup untuk memperbaiki itu,” Imbuhnya.

Baca juga : Kepala Negara berharap BLT Minyak Goreng bisa membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat daya belinya.

Kalau kita berbicara tentang kewenangan, maka saat ini bukan saat nya lagi untuk berbicara kewenangan siapa untuk memperbaiki.

“Jadi menurut pendapat saya, jangankan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sedangkan sampai hari ini saja, pagar tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada tanda tanda untuk diperbaiki,” Keluhnya.

Pasca

Nah itulah yang dimaksud  bahwa oknum anggota dewan tersebut, sudah hilang rasa malunya terhadap masyarakat. Rumah masyarakat yang mereka tempati, harusnya dijaga dengan baik dan dirawat malah dibiarkan seperti itu.

“Apalagi hari ini kita kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Sumenep, yang harusnya pintu dan pagar yang roboh tersebut diperbaiki,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan