Berita  

Nagari Kampung Tengah Tapan Bagikan Hasil Panen Bawang ke Warganya

Bawang
Bawang yang sudah dibungkus untuk dibagikan kepada masyarakat Kampung Tengah Tapan, Minggu (15/10).

Dapurrakyatnews, – Sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan, Nagari Kampung Tengah, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan membagikan hasil Panen Bawang dan Tomat kepada setiap masyarakat, Minggu (15/10).

Dari pembagian yang dilakukan, setiap masyarakat (KK) mendapatkan 1 KG Bawang merah dan 3 Ons Tomat.

Dalam kesempatan ini, Wali Nagari (kepala desa) Kampung Tengah, Syafi’i mengungkapkan kegiatan panen raya lele dilakukan sebagai bentuk arahan dari pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang ikut menyukseskan program ini, bawang dan tomat yang dipanen ini dibagikan ke masyarakat melalui Kepala Kampung masing-masing,” katanya, Minggu (15/10) sore.

Bawang

Syafi’i menerangkan kegiatan Ketahanan Pangan ini menggunakan dana nagari (desa_red) yang dialokasikan khusus untuk subsektor ketahanan pangan sebanyak 20 persen.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam memperkuat kebutuhan rumah tangga masyarakat.

“Dengan adanya ketahanan pangan yang kuat, diharapkan Nagari Kampung Tengah dapat menjadi desa yang kuat dan tumbuh perekonomiannya,”

Sementara itu, Lim Ketua Kelompok Program Ketahanan Pangan Nagari Kampung Tengah, menyebutkan, bawang ini merupakan program perdana yang dilakukan di Tapan. Alhamdulillah hasilnya memuaskan.

“Hasil panen bawang sekitar 600 KG. dan untuk bawang masih dalam tahap pertama belum di panen semuanya,” ujar Lim.

Ia menjelaskan, untuk bawang ini ada beberapa kategori dari hasil panen yaitu 1 banding 8, 1 banding 10 dan 1 banding 12.

Maksudnya, 1 kg bibit akan menghasilkan 8 kg panen, 1 kg bibit menghasilkan 10 kg panen dan 1 kg bibit menghasilkan 12 kg panen.

“Untuk kita masuk dalam kategori 1 banding 8 hasil panennya. dimana saat menanam kita dari bibit 75 kg,” terangnya.

lanjutnya, dengan hasil perdana ini, berarti tanah di Tapan bisa untuk menanam bawang.

“Tanah kita cocok untuk petani bawang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan