Berita  

Kisah Kakek 67 Tahun Tinggal Sebatang Kara di Gubuk Kecil Selama 10 Tahun

Kakek
Kondisi Kakek Saidin memerlukan uluran tangan semua pihak, terutama Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Selatan

Dapurrakyatnews, – Kisah pilu dialami Saidin. Kakek berusia 67 tahun ini tinggal di sebuah rumah sempit di Kampung Pasar Beriang, Nagari Kampung Tengah, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Kakek Saidin, sudah sepuluh tahun (10 tahun) tinggal di gubuk kecilnya, yang menjadi tempat bernaung dari terik matahari dan hujan. Tempat tinggal nya ini sebenarnya tak pantas disebut rumah.

Selain ukurannya yang sempit, tak ada yang membedakan mana ruang tamu, kamar tidur hingga dapur. Semuanya ada di satu area.

Saidin juga harus tidur dengan berbagai perkakas dapur serta barang-barang rumah lainnya.

“Seperti inilah adanya, saya harus terima, yang penting masih bisa untuk tempat berteduh,” ujar Saidin kepada media, Rabu Malam (22/5/2024).

Berikut yang disampaikan oleh Kakek Saidin

Pantauan dapurrakyatnews.com, rumah yang dihuni oleh Kakek Saidin ini berbentuk rumah panggung, yang berdinding kayu dan beratap seng yang sudah banyak yang bocor. Jika hujan turun terpaksa beliau bergeser ke tempat yang tidak bocor.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan belas kasih dari tetangga sekitar. Sebab, di usia senjanya ia tak mampu lagi bekerja.

Ia mendapat bantuan jika ada yang masyarakat yang mengalami sakit gigi untuk berobat, barulah dapat untuk membeli beras. Kakek Saidin bisa mengobati sakit gigi dengan pengobatan tradisional.

“Saya tidak bisa kerja, karena saya mengidap struk dibagian kaki. Untuk memenuhi makan sehari-hari, saya dapatkan ketika ada orang yang datang ke rumah untuk mengobati Gigi sakit, barulah dari situ bisa untuk membeli beras untuk bertahan hidup,” ungkap Saidin dengan mata yang berkaca-kaca.

Kondisi Kakek Saidin ini, perlu adanya perhatian dari pemerintah daerah, baik itu kabupaten Pesisir Selatan maupun pemerintah nagari setempat.

Gubuk kecil Saidin ini sudah sepuluh tahun ia tempati tidak ada penerangan lampu, hanya menggunakan lampu minyak tanah (lampu togok) saja.

Kakek Saidin berharap, semoga ada bantuan dari pemerintah yang bisa memberikan bantuan kepadanya, memberikan rumah yang layak huni dan kebutuhan rumah tangga.

Bahkan untuk tempat mandi, cuci kakus (MCK) kakek tidak punya. Jika sudah mendesak ingin buang air besar, ia hanya bisa mengali tanah di belakang rumahnya. Kadang tidak sempat mengali hanya diatas tanah itu saja ia buang air besar (BAB)

“Kalau mau buang air besar belakang rumah ini aja, dimana mana saja lah,” jelasnya.

Menurut keterangan salah satu warga yang tinggal di Nagari Kampung Tengah mengatakan, Sebelumnya, Sudah ada dari pemerintah Nagari dan dari Dinas Sosial yang datang mendata dan minta KTP Kakek.

Namun, sampai saat ini belum juga ada bantuan yang datang kepada kakek Saidin.

“Pada Tahun 2023, data dan KTP sudah diminta, tapi saya tidak tau apa gunanya. Sampai sekarang tidak ada bantuan,” ucap salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dikesempatan lain, dapurrakyatnews.com konfirmasi ke Dinas Sosial melalui Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan, Pesisir Selatan terkait data dan bantuan yang kunjung diterima oleh kakek Saidin.

Ketua PSM Kecamatan Rahul, Desi Marlina menyampaikan, Kakek Saidin datanya sudah kita masukkan dinas melalui web dari dinas Sosial.

Memang sampai sekarang belum ada jawaban dari dinas terkait data yang sudah dimasukkan. Mungkin terkendala sistem eror.

“Nanti saat kita ke Painan akan bawa datanya kembali, dan langsung kita tanyakan ke dinas terkait data kakek Saidin ini,” ujar Desi.

Sementara itu, dapurrakyatnews melalui aplikasi whatsapp mencoba menghubungi Pemerintah Nagari dan Pemerintah Kecamatan, namun sampai berita ini dimuat masih belum ada jawaban dari pihak terkait.

Tinggalkan Balasan