Honor Bidan Desa dan Perawat Bagaikan Didesak dan Dipinggirkan

Bidan Desa
Agus Junaidi Pemred Dapurrakyatnews

Dapurrakyatnews – Peran Bidan Desa tidak hanya terbatas pada menolong persalinan masyarakat desa. Ada banyak tanggung jawab yang diemban oleh seorang Bidan Desa. Memiliki profesi sebagai Bidan Desa menuntut para bidan desa untuk memiliki peran sebagai pelaksana, pengelola, pendidik, dan peneliti. Dalam peran sebagai pelaksana saja, ada beberapa kategori tugas yang diemban oleh seorang bidan desa.

Baca juga : Bupati Sumenep : Kantor Baru Pelayanan Kepada Masyarakat harus Lebih Baik Lagi

Dengan tugas berat yang diemban oleh seseorang bidan kenyataan dilapangan, tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan. Apalagi jika statusnya masih honor ataupun sukwan.

Hasil penelusuran yang telah saya lakukan, para bidan desa dengan status SK Penugasan yang hanya ditandatangani oleh Kepala Puskesmas ini. Hanya mendapatkan honor yang diambilkan dari dana perawatan pasien umum, yang diberikan kepada mereka 3 bulan sekali dengan angka rupiah 200.000.

Baca juga : Beberapa Kali Ganti Pemimpin, Status Tenaga Kesehatan tetap Honorer

Suatu angka yang kurang manusiawi dengan tugas berat yang mereka emban, yang salah satunya menekan angka kematian ibu hamil dan anak. Padahal ada dari mereka yang sudah belasan tahun mengabdi, kepada masyarakat. Namun hanya untuk jiwa yang lain mereka tetap sabar, walaupun apa yang mereka terima tidaklah manusiawi.

Saat ini sebagian besar bidan desa yang ditempatkan di desa desa berstatus SK penempatan dari Kepala Puskesmas, sedangkan bidan desa yang menyandang status ASN lebih memilih untuk pindah ke daratan. Hingga beban berat saat ini mau tidak mau harus diemban oleh bidan desa dengan status honorer.

Baca juga : Bismillah Melayani Sebagai Bentuk Pelayanan Nyata Dibidang Kesehatan

Sedangkan untuk BOK Bantuan Operasional Kesehatan, tidak bisa dialokasikan untuk menggaji Bidan Desa dan Perawat. Karena peruntukan nya sudah jelas hanya bisa digunakan untuk honor petugas Laburatorium, promkes, Kesehatan lingkungan, Administrasi, Gizi dan Apoteker.

Jadi tidak ada salahnya jika saya meminjam kata kata dari Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), Bahwa kita tidak butuh pejabat yang pintar namun butuh pejabat yang Peduli.

Karena sampai saat ini, mereka (pejabat terkait) seakan akan tidak peka dengan keluhan bawahannya. Walaupun dalam hal ini saya berkeyakinan para bidan desa dan perawat, tidak akan berani bersuara akan nasib mereka.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan