Berita  

Harga Pertalite di Sapudi Tembus Rp25.000 per Liter, Warga Desak Pemerintah Atasi Kelangkaan

Sapudi
Suasana warga saat antri BBM di SPBU yang ada di Kecamatan Gayam.

Dapurrakyatnews – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melonjak hingga Rp25.000 per liter. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat yang berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi kelangkaan BBM yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Warga menilai, tingginya harga BBM di tingkat pengecer disebabkan oleh distribusi yang tidak optimal. Mereka meyakini harga dapat ditekan hingga sekitar Rp12.000 per liter apabila penyaluran BBM dilakukan secara langsung melalui kapal tanker ke wilayah kepulauan.

Situasi semakin diperburuk dengan beredarnya informasi hoaks di media sosial terkait kenaikan harga BBM, yang turut memicu kepanikan di tengah masyarakat dan memperparah kondisi kelangkaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Gayam, Robi Firmansyah Wijaya, melalui kontributor Dapurrakyatnews, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memperketat pengawasan distribusi BBM jenis Pertalite di Pulau Sapudi.

Ia meminta Kapolsek dan Danramil Sapudi untuk terlibat aktif dalam mengawasi proses distribusi, khususnya saat kapal tanker tiba di pelabuhan hingga penyaluran kepada masyarakat.

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban dan kelancaran distribusi BBM, serta memastikan tidak terjadi hambatan dalam penyaluran kepada masyarakat,” ujarnya. Kamis (2/4/2026).

Robi juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, kepolisian, dan TNI guna mencegah terjadinya penyimpangan, penimbunan, maupun praktik yang dapat merugikan masyarakat.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM di wilayah Kepulauan Sapudi agar penyalurannya tepat sasaran dan merata.

“Kami berharap masyarakat ikut serta melakukan pengawasan demi mencegah kelangkaan dan memastikan distribusi berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag ESDA Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar menegaskan tidak ada kenaikan maupun kelangkaan distribusi BBM di wilayah Sumenep. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan BBM serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Dengan adanya pengecekan langsung ini, diharapkan masyarakat dapat merasa tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya, serta tetap mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Sumenep.

Exit mobile version