Berita  

Antusiasme Tinggi, Lebih dari 6.000 Warga Ikuti Program Mudik Gratis Pemkab Sumenep 2026

Mudik gratis

Dapurrakyatnews – Program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep pada arus mudik Lebaran 2026 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Hingga Minggu (15/03/2026), tercatat sebanyak 6.052 orang telah memanfaatkan layanan tersebut, baik untuk tujuan kepulauan maupun daratan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, menjelaskan bahwa program ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu untuk santri dan masyarakat umum.

“Per hari ini jumlah peserta mudik gratis sudah mencapai 6.052 orang. Program ini kami bagi untuk santri dan masyarakat umum,” ujarnya, Senin (16/03/2026).

Ia menambahkan, pemberangkatan santri dilakukan lebih awal sebelum bulan Ramadan, mengingat sebagian besar pesantren telah meliburkan kegiatan belajar.

“Santri yang berangkat sebelum Ramadan sekitar 2.000 orang,” katanya.

Selama bulan Ramadan, jumlah santri yang mengikuti program ini tercatat sebanyak 1.503 orang. Sementara itu, masyarakat umum yang memanfaatkan layanan mudik gratis mencapai 2.549 orang. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena data keberangkatan pada hari yang sama masih dihitung hingga pukul 17.00 WIB.

Lebih lanjut, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan layanan arus mudik gratis. Namun, jika anggaran memungkinkan, program arus balik gratis juga akan dipertimbangkan, terutama bagi santri yang akan kembali ke pondok pesantren.

“Kami utamakan mudik gratis terlebih dahulu. Jika masih tersedia anggaran, arus balik akan diprioritaskan untuk santri,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan program mudik gratis 2026 ini, Pemkab Sumenep mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk jalur darat dan laut. Untuk jalur darat, disediakan delapan bus yang diberangkatkan dari DKI Jakarta. Sementara itu, untuk jalur laut, Pemkab menyediakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III yang berangkat dari Pelabuhan Kalianget.

Selain itu, guna memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan, program mudik gratis juga didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kementerian terkait dengan kuota sebanyak 4.000 penumpang.

 

Tinggalkan Balasan